IKAN BETOK BUDI DAYA DAN PELUANG BISNIS

junius, akbar (2012) IKAN BETOK BUDI DAYA DAN PELUANG BISNIS. Eja Publisher, Banjarmasin.

[img]
Preview
Text
Ikan Betok Budi Daya dan Peluang Bisnis.pdf

Download (15Mb) | Preview

Abstract

Salah satu spesies ikan lokal air tawar di Kalimantan Selatan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai ikan budi daya adalah ikan betok atau ikan papuyu (Anabas testudineus). Budi daya ikan betok yang sudah dikembangkan di Kalimantan Selatan meliputi usaha pembenihan dan pembesaran di kolam, karamba, bak terkontrol (bak beton), dan fish pen (hampang). Peluang pasar untuk komoditas ikan betok cukup bagus karena diminati masyarakat sebagai ikan konsumsi dengan harga kisaran Rp.40.000-Rp.60.000/kg. Selama ini kebutuhan benih ikan betok maupun ikan konsumsinya masih mengandalkan hasil penangkapan di alam, sehingga hal ini cenderung mengakibatkan penurunan jumlah populasi ikan betok di alam. Untuk mengatasi hal tersebut, maka usaha budi daya menjadi pilihan yang tepat untuk dilakukan, baik dalam masyarakat pembudidaya maupun pelaku usaha perikanan lainnya karena teknologi budi daya ikan betok sudah tersedia. Pengembangan budi daya ikan betok yang sudah dilakukan melalui penerapan teknologi pembenihan dan pembesaran dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani dan dapat menciptakan peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ikan betok banyak ditemui di perairan umum seperti danau, sungai, rawa, dan genangan air tawar lainnya. Selain di perairan tawar ikan betok dapat hidup di perairan payau. Ikan betok dikenal sebagai pemakan segala-galanya (omnivora), makanannya berupa tumbuh-tumbuhan air seperti eceng gondok, kiambang, gulma itik, kiapu, ikan-ikan kecil, udang-udang renik, hewan-hewan kecil lainnya, dan serangga. Pakan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang dalam perkembangbiakan ikan, di mana fungsi utama pakan adalah untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Pakan yang berasal dari alam tidaklah cukup untuk kebutuhan ikan, maka diperlukan pakan buatan yang tepat dan berkesinambungan. Keperluan pakan memberikan kontribusi lebih dari 50% dari biaya produksi. Semua jenis ikan membutuhkan zat-zat gizi yang baik untuk kelangsungan hidupnya. Selain kualitas, jumlah dan komposisi zat-zat gizi tersebut juga harus diperhatikan agar dapat memenuhi kebutuhan ikan. Jumlah dan komposisi zatzat gizi yang harus ada dalam pakan ikan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Buku ini memuat enam bab. Bab pertama membahas sekilas dan ringkas tentang isi dari bab 2 sampai bab 6 sebagai pengantar dan sebagai jalan cepat untuk mengetahui isi buku secara keseluruhan. Bab 2, membahas tentang biologi dan ekologi ikan betok. Bab 3, membahas tentang teknologi pembenihan ikan betok. Bab 4, tentang teknologi pembesaran ikan betok dalam kolam, karamba, fish pen, dan jaring tancap. Bab 5, membahas tentang serba serbi ikan betok meliputi hama dan penyakit yang sering menyerang ikan betok serta masakan khas berbahan baku dari ikan betok. Bab 6, membahas peluang pengembangan usaha budi daya ikan betok yang dilihat dari analisis usaha budi daya ikan betok baik pembenihan dan pembesaran di kolam, karamba, fish pen, dan jaring tancap. Penulis mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa S1 dan S2 di Fakultas Perikanan Unlam yang telah membantu penulis dalam penelitian dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada DP2M-Dikti yang telah memberikan bantuan dana berupa skim (Dosen Muda, Kajian Wanita, Hibah Pekerti, Hibah Fundamental, dan Hibah Strategis Nasional), Program I-MHERE B.1 Batch II, dan DIPA Unlam untuk penelitian yang penulis laksanakan.

Item Type: Book
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Fakultas Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 15 Apr 2016 08:23
Last Modified: 21 Apr 2016 07:18
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/948

Actions (login required)

View Item View Item