PEMETAAN DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS POTENSI SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN

Eka, Iriadenta (2008) PEMETAAN DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS POTENSI SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN. Project Report. Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat . (Unpublished)

[img]
Preview
Image
se.jpg

Download (398Kb) | Preview
[img]
Preview
Image
se2.jpg

Download (372Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 000 COVER SIG SDP TALA FINAL_2.pdf

Download (255Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 001 Pendahuluan FINAL_2.pdf

Download (81Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 004 Metodologi FINAL_2.pdf

Download (145Kb) | Preview

Abstract

Peta dan Sistem informasi yang komunikatif akan memberikan peluang pemahaman bagi pengembangan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya perikanan di Kabupaten Tanah Laut. Dalam era globalisasi dan teknologi informasi yang telah berkembang pesat, komputasi informasi data dan fasilitas teknologi layak dipertimbangkan dalam mengelola potensi daerah. Sebanyak 16 desa dari 28 desa memiliki usaha budidaya perikanan. Dari 10 desa yang direkomendasikan untuk survai detail, 7 desa melakukan kegiatan usaha perikanan budidaya yaitu Sungai Riam (3 orang dari 14 responden pekerjaannya pada bidang perikanan), Panjaratan (semua responden 20 orang mempunyai kolam budidaya perikanan), Sungai Bakar (seluruh responden 7 orang), Tebing Siring (1 orang dari 11 responden), Tungkaran (1 orang dari 20 responden), Ambungan (dari 14 orang responden, 12 orang memilki keramba dan 2 orang memilki kolam). Kegiatan usaha perikanan telah dilakukan pada 22 desa (78,57%) dari 28 desa yang ada di wilayah Kec. Pelaihari, meliputi jenis usaha budidaya perikanan dan penangkapan ikan, sedangkan jenis usaha pengolahan hasil perikanan tidak teridentifikasi. Pengolahan hasil perikanan tidak menjadi skala prioritas dalam pengembangan usaha perikanan di Kecamatan Pelaihari, selama usaha perikanan budidaya atau penangkapan di wilayah studi belum berkembang dengan baik. Peluang pengembangan usaha budidaya perikanan pada desa-desa di kawasan studi, harus menghadapi beberapa masalah/kendala yang sifatnya beragam dan spesifik. Peluang untuk pengembangan usaha budidaya perikanan, harus mempertimbangkan risiko dampak kegiatan lain di sekitar kawasan terhadap kualitas perairan setempat. Pengembangan usaha perikanan darat merupakan alternatif dalam mendukung ekonomi masyarakat pembudidaya ikan dan nelayan, sekaligus menempatkan kawasan perairan darat tertentu sebagai kawasan konservasi perikanan/reservat, di samping memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD. Arahan pengembangan usaha perikanan di Kecamatan Pelaihari harus secara tegas memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tanah Laut/Propinsi Kalsel. Pada kawasan lindung yang terdapat di wilayah ini, usaha perikanan tidak boleh dikembangkan. Pada dasarnya, usaha penangkapan akan terus ada dan mungkin berkembang jika obyek tangkapan (ikan) masih mungkin untuk ditangkap. Keberadaan komintas ikan sangat erat kaitan dengan kondisi perairan sebagai habitatnya. Jika perairan mengalami tekanan/pencemaran yang berakibat langsung maupun tidak langsung terhadap komunitas ikan

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Fakultas Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 14 Apr 2016 04:44
Last Modified: 14 Apr 2016 04:44
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/939

Actions (login required)

View Item View Item