PEMETAAN POTENSI DAN PEMBUATAN GRAND DESIGN POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (Potensi PKB dan BBN-KB)

SIREGAR, SYAHRITUAH and Hadi, Abdul (2011) PEMETAAN POTENSI DAN PEMBUATAN GRAND DESIGN POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (Potensi PKB dan BBN-KB). Project Report. Fakultas Ekonomi Unlam, Kalimantas Selatan.

[img]
Preview
Text
PEMETAAN POTENSI DAN PEMBUATAN GRAND DESIGN POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN.pdf

Download (130Kb) | Preview

Abstract

Sejak era reformasi tahun 1998 paradigma pembangunan di Indonesia telah bergeser dari model pembangunan yang sentralistik menjadi desentralistik. Pembagian kewenangan menjadi bagian dari arah kebijakan untuk membangun daerah yang dikenal dengan istilah kebijakan “otonomi daerah”. Konsekuensi pelimpahan kewenangan yang besar kepada daerah ialah berkurangnya transfer keuangan dari pusat kepada daerah dalam membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan, dan pada sisi lain daerah harus mampu menggali dan mengelola potensi sumber-sumber ekonomi daerahnya, baik potensi Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), maupun potensi sumber daya keuangannya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan UU No. 33 tahun 2004 Pasal 5 merupakan salah satu sumber Penerimaan Daerah selain Dana Perimbangan. PAD terdiri dari empat komponen besar yaitu: Hasil Pajak Daerah, Hasil Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah. Dari keempat komponen tersebut, pajak daerah merupakan sumber utama penerimaan daerah. Beberapa studi menunjukkan bahwa penggalian potensi daerah dengan memperluas jenis pajak tidak merangsang minat, bahkan menimbulkan keengganan bagi investor untuk menanamkan modal di daerah tersebut dan bahkan keinginan untuk merelokasi usahanya ke daerah lain. Peningkatan pengkoleksian pajak membutuhkan sumber daya yang memadai, strategi pengkoleksian dan pembenahan administrasi seperti perbaikan database. Untuk meningkatkan penerimaan, pemerintah daerah perlu mengetahui potensi pajak daerah. Potensi pajak tidak selalu tercermin dalam realisasi penerimaan pajak. Potensi dan realisasi penerimaan pajak dihubungkan oleh sistem dan prosedur pendapatan daerah. Sebaik apapun sistem dan prosedur pendapatan daerah, apabila potensi pajak tidak dihitung secara sahih maka realisasi penerimaan tidak optimal. Pemetaan potensi yang baik tidak selalu menghasilkan realisasi penerimaan yang optimal karena optimalisasi penerimaan pajak membutuhkan sistem dan prosedur pemungutan pendapatan yang memadai. Perhitungan potensi pajak serta perbaikan sistem dan prosedur pemungutan pendapatan esensial untuk dilakukan. Salah satu masalah yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan adalah keberadaan data objek dan subjek pajak yang belum lengkap dan belum akurat serta penerimaan yang belum optimal. Untuk itu perlu dilakukan kajian untuk membuat grand design potensi pajak agar dapat diketahui potensi penerimaan yang dapat digali, dikembangkan, dan dikelola secara profesional.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Fakultas Ekonomi > Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 08 Sep 2013 20:52
Last Modified: 08 Sep 2013 20:52
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/87

Actions (login required)

View Item View Item