PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONSEP “HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN EKOSISTEM” MENGGUNAKAN MODEL-MODEL KONSTRUKTIVISME DI SMA

Muhammad, Zaini (2014) PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONSEP “HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN EKOSISTEM” MENGGUNAKAN MODEL-MODEL KONSTRUKTIVISME DI SMA. Project Report. Lemlit Unlam, Banjarmasin. (Submitted)

[img]
Preview
Text
Judul pengemb.... 1.pdf

Download (34Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Judul pengemb. .... 2.pdf

Download (34Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Judul pengemb. .... 3.pdf

Download (68Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Judul pengemb,. .... 4.pdf

Download (23Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1 Hibah PPs Unlam 2014_doc.pdf

Download (37Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2 Hibah PPs Unlam 2014_docx.pdf

Download (187Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3 Hibah PPs Unlam 2014_doc.pdf

Download (27Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4 Hibah PPs Unlam 2014_docx.pdf

Download (88Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5 Hibah PPs Unlam 2014_docx.pdf

Download (41Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA Hibah PPs Unlam 2014_docx.pdf

Download (52Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BUKU SISWA KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP_docx.pdf

Download (5Mb) | Preview
[img]
Preview
Text
852.pdf

Download (974Kb) | Preview

Abstract

Penelitian & pengembangan ini bermaksud mengembangkan perangkat pembelajaran konsep “hubungan antara komponen ekosistem” menggunakan model-model konstruktivisme di SMA yang praktis dan efektif. Penelitian & pengembangan juga bertujuan menghasilkan modul sekolah hijau yang praktis dan efektif Subyek penelitian & pengembangan perangkat pembelajaran adalah siswa SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 5 Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu. Uji coba perorangan dilakukan di SMP Negeri 3 Sungai Loban, dan uji kelompok kecil dilaksanakan di SMP Negeri 5 Sungai Loban. Penetapan sekolah dilakukan berdasarkan lingkungan spesifik, yakni sekolah berada dikawasan hutan mangrove. Data tentang kepraktisan perangkat pembelajaran meliputi penilaian a) perangkat pembelajaran, b) bahan ajar dan LKS, c) keterlaksanaan RPP, dan d) respons siswa terhadap proses pembelajaran. Data tentang keefektivan perangkat pembelajaran meliputi a) hasil belajar kognitif, b) hasil penilaian kinerja proses, c) hasil penilaian perilaku berkarakter, d) hasil penilaian keterampilan social, e) keaktivan siswa dalam pembelajaran, Data dikumpuklan melalui tes dan pengamatan serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh kepraktisan perangkat pembelajaran telah tercapai, meskipun hanya sampai uji kelompok kecil. Hal ini didukung beberapa fakta hasil penelitian yakni a) perangkat pembelajaran sudah layak digunakan, b) bahan ajar dan LKS sudah dapat dipahami siswa, c) keterlaksanaan RPP sudah baik, dan d) sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap proses pembelajaran. Keefektivan perangkat pembelajaran juga telah terpenuhi, hal ini berdasarkan hasil temuan penelitian a) hasil belajar kognitif sudah memperoleh nilai di atas KKM, b) hasil penilaian kinerja proses sudah mencapai kategori baik, c) hasil penilaian perilaku berkarakter (rasa syukur, disiplin, dan tanggung jawab) termasuk kategori baik, d) hasil penilaian keterampilan sosial sudah termasuk kategori baik, e) keaktivan siswa dalam pembelajaran sudah nampak. Sekalipun sebagian besar indicator hasil penelitian menunjang keefektivan, namun guru masih menguasai pembelajaran di kelas. Subyek penelitian & pengembangan modul adalah siswa SMA Abdul Kadir Kecamatan Panyipatan dan SMK Takisung Kecamatan Takisung. Kedua sekolah ini berada di Kabupaten Tanah Laut. Uji coba perorangan dan uji kelompok kecil dilakukan pada masing-masing sekolah. Penetapan sekolah dilakukan berdasarkan lingkungan spesifik, yakni sekolah yang perlu peningkatan ruang terbuka hijau. Data tentang kepraktisan modul meliputi validasi pakar dan uji perorangan tentang isi modul, sedangkan kepraktisan adalah kemampuan kognitif dan kinerja siswa ketika modul digunakan dalam kegiatan di lapangan. Data dikumpulkan dan dianalisis sama dengan pengembangan perangkat pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh kepraktisan modul belum tercapai karena a) sub komponen “pendahuluan” dari masing-masing bab termasuk kategori kurang, b) sub komponen “format” pada Bab III, Bab IV, dan Bab V juga termasuk kategori kurang. Meskipun demikian penilaian siswa terhadap modul layak untuk digunakan. Keefektivan modul juga belum tercapai karena kemampuan kognitif siswa masih rendah, terutama Bab I, Bab II, dan Bab V. Ada 7 orang dari 12 orang siswa ketika uji kelompok kecil kemampuan kinerja masih rendah dalam melaksanakan 13 kegiatan proyek sekolah hijau. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, hutan mangrove, kepraktisan, keefektivan, modul sekolah hijau

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: FKIP > Pendidikan Biologi
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 01 Feb 2016 07:47
Last Modified: 11 Apr 2016 01:25
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/852

Actions (login required)

View Item View Item