UPAYA MEMAKSIMALKAN PEMAHAMAN KONSEP MAKHLUK HIDUP MURID KELAS VI SD NEGERI SUNGAI MIAI 7 BANJARMASIN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LINGKUNGAN

Muhammad, Zaini (2004) UPAYA MEMAKSIMALKAN PEMAHAMAN KONSEP MAKHLUK HIDUP MURID KELAS VI SD NEGERI SUNGAI MIAI 7 BANJARMASIN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LINGKUNGAN. Project Report. Lemlit Unlam, Banjarmasin.

[img]
Preview
Text
Upaya .... 1.pdf

Download (45Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Upaya...... 2.pdf

Download (50Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
Upaya ......... 3.pdf

Download (71Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
849.pdf

Download (949Kb) | Preview

Abstract

Mengajar matakuliah Konsep Dasar IPA, Pendidikan IPA di PGSD 1991-2003, dan konsultan SEQIP sejak tahun 2000 sampai sekarang senantiasa terjadi interaksi dengan para guru SD. Dalam kurun waktu tersebut, banyak hal yang ter-ungkap, salah satu di antaranya adalah para guru dalam mengajar mata pelajaran IPA hanya menekankan konsep-konsep yang terdapat dalam buku saja, khususnya materi tentang konsep makhluk hidup. Mereka sangat fanatik dengan isi buku, ti-dak peduli sesuai atau tidak dengan lingkungan di mana murid berada. Bukan saja guru IPA, tetapi mahasiswa yang sedang melaksanakan PPL dan guru pamong juga melakukan hal yang sama. Konsep tentang makhluk hidup bukan materi yang sukar, tetapi menjadi ti-dak mudah ketika diberikan secara verbal kepada murid. Murid dianggap berhasil dalam belajar bilamana mereka telah menguasai materi dalam buku yang disam-paikan guru, tanpa memikirkan berapa jauh murid dapat memahami isi buku apa-lagi dikaitkan dengan lingkungan tempat ia tinggal. Guru enggan mengajak para murid melakukan kegiatan belajar di luar lingkungan sekolah. Para guru pada umumnya beranggapan belajar di luar kelas menyita banyak waktu akibatnya mata pelajaran lain terabaikan, belajar di luar ke-las cenderung tidak sungguh-sungguh, dan yang lebih ekstrim lagi adalah belajar di luar kelas adalah bukan belajar yang sesungguhnya. Pandangan demikian teru-tama berasal dari guru-guru lain yang tidak mengajar mata pelajaran IPA. Para guru di SD saat ini mengenal belajar di luar kelas hanya terbatas pada mata pela-jaran olahraga saja. Pandangan ini harus segera diubah karena merugikan para murid dan sekolah pada umumnya. Guru dalam menyampaikan materi pelajaran cenderung tidak melibatkan murid secara aktif, karena pendekatan konsep masih melekat kuat di kalangan pa-ra guru. Guru IPA menyediakan LKS bagi murid untuk diselesaikan bukan hal baru, tetapi LKS yang harus dikerjakan murid bukan berasal dari konteks ling-kungan sekitar, dengan kata lain tidak menggunakan LKS buatan guru setempat. Pelajaran IPA umumnya disampaikan sebagai kebenaran mutlak, melalui transfer pengetahuan dari guru kepada murid. Konsep-konsep IPA yang diberikan kepada murid lebih bersifat hafalan dan kurang mementingkan proses pemahaman dan pembinaan konsep, apalagi menyelesaikan miskonsepsi. Penalaran dan pengetahuan murid yang diperoleh dari lingkungan tempat tinggal kurang diperhatikan oleh guru. Padahal dalam diri murid sudah ada ke-mampuan awal yang siap untuk dikembangkan melalui kajian terhadap fenomena alam sekitar. Salah satu cara yang mungkin dapat dilakukan untuk mengem-bangkan kemampuan para murid dan agar pembelajaran lebih bermakna sesuai dengan konteks tempat tinggal mereka adalah menggunakan pendekatan pembel-ajaran yang diadaptasikan dengan kemampuan murid, dapat membangun struktur kognitif, dan dapat memotivasi murid berpikir kritis. Di antara pendekatan pem-belajaran yang dapat dilakukan adalah pendekatan lingkungan. Pendekatan lingkungan dilaksanakan dengan mengajak murid belajar lang-sung di lapangan. Mereka menggunakan inderanya, mengerjakan LKS, berdiskusi, bertanya, membentuk kelompok-kelompok kooperatif dan aktivitas lain seperti halnya pembelajaran di dalam kelas. Pendekatan ini tidak menuntut tersedianya fasilitas belajar seperti meja, kursi, alat peraga, model, dan papan tulis. Pendekatan lingkungan berpangkal dari anggapan bahwa hubungan antara manusia dengan lingkungan merupakan hubungan yang saling mempengaruhi se-hingga lahir interaksi (Tang, 2002). Pendekatan ini berpusat pada murid dengan kadar tinggi, karena peran guru semata-mata sebagai fasilitator. Pendekatan ling-kungan masih dianggap baru di sekolah-sekolah di Indonesia, lebih-lebih di Kota Banjarmasin. Pendekatan yang baru berkembang ini memiliki kedudukan penting dalam pelajaran IPA khususnya konsep-konsep yang berhubungan langsung de-ngan alam sekitar. Penelitian menggunakan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran telah banyak dipublikasikan, tetapi laporan hasil penelitian yang berasal dari sekolah-sekolah di Indonesia sangat sulit ditemukan. Salah satu hasil penelitian dilaporkan Wise dan Okey tahun 1983 bahwa pembelajaran berorientasi lingkungan pada umumnya lebih efektif daripada strategi pembelajaran tradisional (Lisowski dkk., 1987). Artinya kegiatan pembelajaran di lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar murid. Masalahnya adalah pendekatan lingkungan masih asing di SD, khu-sunya di Kota Banjarmasin. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan lingkungan. Konsep makhluk hidup dipilih sebagai ba-han kajian utama, karena cukup relevan bila diberikan dengan pendekatan lingkungan.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: FKIP > Pendidikan Biologi
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 01 Feb 2016 07:28
Last Modified: 11 Apr 2016 01:19
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/849

Actions (login required)

View Item View Item