Pengaruh Pelumas Refrijeran pada Kinerja Alat Penukar Kalor Microchannel Sistem Tata Udara

Yatim, Ardiyansyah (2015) Pengaruh Pelumas Refrijeran pada Kinerja Alat Penukar Kalor Microchannel Sistem Tata Udara. In: Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin Indonesia XIV, 7-8 OKTOBER 2015, BANJARMASIN.

[img]
Preview
Text
MT 07.pdf

Download (1181Kb) | Preview

Abstract

Dalam sistem refrijerasi kompresi uap, sebagian kecil pelumas kompresor bercampur dan bersirkulasi bersama refrijeran melalui alat penukar kalor, sementara sebagian besar pelumas tetap di kompresor. Keberadaan pelumas mengakibatkan kerugian tekanan dan menjadi tambahan hambatan dalam proses pertukaran kalor di alat penukar kalor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki retensi pelumas dan dampaknya pada perpindahan kalor dan jatuh tekanan refrijeran dan campuran pelumas dalam alat penukar kalor microchannel kondenser dan evaporator. Pengujian pengaruh pelumas dilakukan pada tipe alat penukar kalor microchannel tipe louvered-fin terbuat dari alumunium yang dipasang sebagai kondenser dan evaporator. Pasangan refrijeranpelumas yang diuji adalah R410A+POE yang merupakan penerapan umum pada sistem pengkondisian udara. Untuk jenis kondenser microchannel, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelumas yang tertahan dalam kondenser sangat tergantung pada fraksi massa pelumas (FMP) dalam campuran. Volume retensi pelumas meningkat jika FMP meningkat dan diukur hingga mencakup 11% dari total volume internal kondenser. Volume retensi pelumas untuk kondisi fluks massa refrijeran yang tinggi lebih tinggi daripada untuk kondisi fluks massa rendah dan efek fluks massa pada retensi pelumas kecil untuk FMP lebih rendah 3 wt.%. Pelumas mempengaruhi laju perpindahan kalor dari kondenser dan mengakibatkan penalti pada kapasitas perpindahan kalor sebanyak 10 %. Pelumas juga meningkatkan jatuh tekanan refrijeran pada kondenser hingga 19% lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi tanpa pelumas. Untuk evaporator microchannel diperoleh hasil bahwa volume retensi pelumas di evaporator diukur hingga 13% dari total volume internal evaporator. Pelumas mempengaruhi perpindahan kalor dari evaporator microchannel dan penalti kapasitas perpindahan kalor sebanyak 11%. Untuk sistem tata udara, ketika FMP yang sama atau kurang dari 1 wt. %, penurunan kapasitas perpindahan kalor berada pada jangkauan 4% dibandingkan dengan kondisi tanpa pelumas. Pelumas menurunkan tingkat perpindahan kalor dan dampaknya juga tergantung pada fluks massa. Penurunan tekanan pada sisi refrijeran di evaporator microchannel meningkat sebesar 10 sampai 25 persen ketika pelumas hadir dalam penukar kalor dan OMF berada di kisaran 1 wt.%. Kata kunci : Pelumas, Refrijeran, Alat Penukar Kalor, Perpindahan Kalor, Jatuh Tekanan

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 15 Jan 2016 02:32
Last Modified: 15 Jan 2016 02:32
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/725

Actions (login required)

View Item View Item