Karakteristik Pembentukan Cincin Vorteks pada Jet Sintetik akibat Perubahan Frekwensi Eksitasi pada Aktuator Ber-cavity Kerucut

A. Kosasih, Engkos and Harinaldi, Harinaldi and Trisno, Ramon (2015) Karakteristik Pembentukan Cincin Vorteks pada Jet Sintetik akibat Perubahan Frekwensi Eksitasi pada Aktuator Ber-cavity Kerucut. In: Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin Indonesia XIV, 7-8 OKTOBER 2015, BANJARMASIN.

[img]
Preview
Text
KE-23.pdf

Download (5Mb) | Preview

Abstract

Untuk mengurangi hambatan (drag) aerodinamik pada bluff body perlu adanya pengaturan aliran separasi, sebagai salah satu penyebab adanya hambatan pada kendaraan. Penelitian ini merupakan kajian dasar pengembangan dari pengontrolan separasi aliran turbulen yang merupakan suatu fenomena aerodinamik khususnya dalam desain bodi kendaraan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisa performa jet sintetik (SJA) sebagai salah satu alat pengontrol aliran dalam mengurangi area separasi. Untuk mendapatkan hasil maksimal terhadap kinerja aktuator jet sintetik, maka penelitian dimulai dengan mengkarakterisasi dari aktuator tersebut. Karakteristik meliputi perubahan frekwensi eksitasi dengan mengkombinasikan diameter orifis 3 mm(K3), 5 mm (K5) dan 8 mm (K8). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode komputasional dan eksperimental. Metode komputasional menggunakan software CFD (Fluent 6.3) dengan model turbulensi aliran Reynold Stress Model. Sedangkan eksperimen dengan menempatkan hotwire probe pada ujung orifis dan disambungkan ke alat CTA (Constant Temperature Anemometry) untuk mendapatkan kecepatan jet keluar. Masing-masing perhitungan atau pengukuran dilakukan dalam kondisi yang sama. Hasil yang didapat ditampilkan dalam bentuk grafik pengujian frekwensi untuk mendapatkan kecepatan aliran jet maksimum dan pengujian meshing untuk mendapatkan hasil komputasi yang mendekati hasil eksperimen. Dari kedua hasil ini menjadi patokan untuk melanjutkan penelitian selanjutnya. Hasil eksperimen berupa kecepatan aliran dapat menentukan terbentuknya cincin vorteks, sedangkan pada simulasi CFD, pembentukan cincin vorteks dapat dilihat dari visualisasi kontur aliran. Cincin vorteks yang terbentuk pada cavity kerucut ini pada orifis berdiameter 3 mm dan 5 mm, sedangkan pada orifis berdiameter 8 mm, cavity ini tidak dapat membentuk cincin vorteks. Kedua metoda pendekatan mendapatkan hasil yang sama Keyword : SNTTM 14, BKSTM, DTM FTUNLAM, aktuator jet sintetik, reverse Ahmed body, vortex ring, bluff body

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 12 Jan 2016 02:56
Last Modified: 12 Jan 2016 02:56
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/604

Actions (login required)

View Item View Item