KONSEP MODEL BK “3C” SEBAGAI GAGASAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER TANGGUH PADA SISWA UNTUK MENGHADAPI TUNTUTAN AKADEMIK DAN NON AKADEMIK

Arsyad, Muhammad (2017) KONSEP MODEL BK “3C” SEBAGAI GAGASAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER TANGGUH PADA SISWA UNTUK MENGHADAPI TUNTUTAN AKADEMIK DAN NON AKADEMIK. KONSEP MODEL BK “3C” SEBAGAI GAGASAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER TANGGUH PADA SISWA UNTUK MENGHADAPI TUNTUTAN AKADEMIK DAN NON AKADEMIK.

[img]
Preview
Text
(Prosiding Semnas BK 2017)KONSEP _MODEL BK 3C_.pdf

Download (153Kb) | Preview

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar yang memegang peranan penting dalam mengukur kemajuan suatu bangsa. BK mempunyai peranan penting dalam memfasilitasi dan mewujudkan terbentuknya kualitas peserta didik yang berkarakter. Latar belakang masalah adalah terjadi kesenjangan antara tuntutan dalam kegiatan akademik dengan pengembangan bakat siswa dalam hal non akademik, misalnya olahraga. Ekstrakulikuler merupakan kegiatan yang menunjang untuk pengembangan bakat dan potensi siswa. Permasalahannya adalah besarnya tuntutan sekolah dalam hal akademik, menimbulkan ancaman bagi peserta didik untuk dapat meyalurkan bakatnya di luar kegiatan akademik. Misalnya, seorang siswa atlet cenderung kesulitan ketika dihadapkan pada situasi dimana intensitas latihan dalam menghadapi pertandingan meningkat. Di sisi lain, tuntutan akademik juga mengharuskannya untuk terus terlibat aktif dalam proses pembelajaran sekolah. Metode kajian dalam artikel ini merupakan studi literatur, yang mengumpulkan data dari berbagai sumber. Tujuan dalam kajian ini adalah mencoba untuk memberikan konsep gagasan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui Unit Bimbingan dan Konseling di sekolah. Model BK 3C merupakan suatu konsep bimbingan dan konseling yang mengedapankan tiga aspek utamanya, yaitu Commitment, Control, and Challenge (Komitmen, Kontrol, dan Tantangan). Tiga aspek tersebut dirancang sebagai gagasan untuk mewujudkan terbentuknya karakter peserta didik yang tangguh, yang mampu menyeimbangkan antara tuntutan akademik dengan non akademik. Melalui proses bimbingan dan konseling dengan pendekatan eksistensial humanstik dan dengan memasukkan konsep model BK “3C” memungkinkan dapat memberikan suatu solusi yang dapat digunakan oleh guru BK di sekolah sebagai layanan untuk mengatasi permasalahan siswa yang dihadapkan pada dua tuntutan berbeda, yaitu kegiatan akademik dan non akademik. Artinya seorang siswa atlet harus dapat mempersiapkan masa depannya secara akademik dan juga dapat menyalurkan bakatnya dalam bidang olahraga. Kata Kunci: Konseling, 3C, Karakter, Ketangguhan

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 15 Mar 2019 08:03
Last Modified: 15 Mar 2019 08:03
URI: http://eprints.ulm.ac.id/id/eprint/5584

Actions (login required)

View Item View Item