Pola Sebaran Perakaran Kelapa Sawit Pada Lubang Serapan Biopori Modifikasi Di Lahan Kering Marginal

Nazari, Yudhi Ahmad and Fakhrurrazie, Fakhrurrazie and AIDAWATI, NOOR and Gunawan, Gunawan Pola Sebaran Perakaran Kelapa Sawit Pada Lubang Serapan Biopori Modifikasi Di Lahan Kering Marginal. Prosiding Seminar Nasional FKPTPI 2015.

[img]
Preview
Text
PROSIDING-FKPTPI-2015-200-202.pdf

Download (309Kb) | Preview

Abstract

Produktivitas tanaman kelapa sawit ditentukan oleh karakteristik lahan yang berbeda pada setiap wilayah pengembangannya. Lingkungan tumbuh merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi bentuk dan distribusi perakaran. Sistem perakaran kelapa sawit lebih banyak berada dekat permukaan tanah, tetapi pada keadaan tertentu akar juga bisa menjelajah lebih dalam. Salah satu fungsi akar adalah menyerap air dan unsur-unsur hara dari dalam tanah. Upaya untuk mengetahui sebaran perakaran kelapa sawit dapat dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Metode pengukuran data geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner dilakukan dalam tiga lintasan pada barisan tanaman kelapa sawit dengan variasi bentangan arus (AB/2) sepanjang 9 m sesuai jarak tanam kelapa sawit, dengan jarak bentangan elektroda potensial (MN/2) setiap 30 cm. Prinsip pengambilan data survei geolistrik tahanan jenis dilakukan dengan cara arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua elektroda arus, kemudian beda potensial diukur melalui dua elektroda potensial. Pengukuran dilakukan dengan mengubah-ubah jarak elektroda arus maupun potensial yang dilakukan dari jarak terkecil kemudian membesar secara gradual. Pengukuran deteksi sebaran akar kelapa sawit terdiri dari 3 lintasan (L1, L2, dan L3). Pengukuran pada tanggal 4 Juni 2015 lintasan 1 (L1) antar barisan tanaman kelapa sawit lintasan 2 (L2) dan lintasan 3 (L3) secara diagonal diantara barisan tanaman kelapa sawit. Hasil pengukuran geolistrik pada lintasan diagonal (L2 dan L3) yang terdapat lubang resapan biopori modifikasi yang diberi bahan organik dari limbah kelapa sawit memberikan nilai resistivitas yang rendah. Sedangkan pada lintasan 1 (L1) nilai resistivitas yang rendah berada pada kedalaman 1,88 m dari permukaan tanah. Nilai resistivitas rendah berhubungan dengan ketersediaan air tanah, serta mendorong perkembangan dan terbentuknya pola sebaran akar kelapa sawit kearah lubang resapan biopori modifikasi. Kata Kunci : Akar Kelapa Sawit, Geolistrik, Nilai Resistivitas

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 30 Nov 2018 02:28
Last Modified: 30 Nov 2018 02:28
URI: http://eprints.ulm.ac.id/id/eprint/4727

Actions (login required)

View Item View Item