Identifikasi Status Ketahanan Pangan dan Rantai Pasok Pangan di Daerah Perbatasan Provinsi Sulawesi Utara

B.D Pakasi, Caroline and Sondakh, Laurine and Sondakh, Ir Mex Identifikasi Status Ketahanan Pangan dan Rantai Pasok Pangan di Daerah Perbatasan Provinsi Sulawesi Utara. Prosiding Seminar Nasional FKPTPI 2015.

[img]
Preview
Text
PROSIDING-FKPTPI-2015-54-57.pdf

Download (537Kb) | Preview

Abstract

Program peningkatan ketahanan pangan bertujuan untuk mengoperasionalkan pembangunan dalam rangka mengembangkan sistem ketahanan pangan masyarakat. Pangan dalam arti luas mencakup pangan yang berasal dari tanaman, ternak dan ikan untuk memenuhi kebutuhan atas karbohidrat, protein lemak dan vitamin serta mineral yang bermanfaat bagi pertumbuhan kesehatan manusia. Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau (RAN-PG, 2010). Kesejahteraan masyarakat daerah perbatasan merupakan program prioritas nasional termasuk tiga daerah perbatasan di Provinsi Sulawesi Utara, yakni Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Masyarakat di perbatasan,yang wilayahnya merupakan daerah kabupaten kepulauan, rentan dengan kerawanan pangan. Penelitian ini akan dilakukan disalah satu daerah perbatasan yakni di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sebagai Kabupaten Kepulauan dan Daerah Perbatasan, daerah ini juga rentan terhadap ketersediaan pangan dan pasokan pangan tergantung dari luar daerah. Berdasarkan kondisi tersebut, penting diidentifikasi bagaimana status ketahanan pangan dan rantai pasok pangan sebagai upaya manajemen stok pangan di daerah. Kondisi eksisting rantai pasok pangan akan menggambarkan mekanisme penyediaan pangan yang berasal dari luar daerah sekaligus dengan pangan lokal yang tersedia di daerah sebagai sumber pangan lokal. Hasil Penelitian menyimpulkan : (1) Status Ketahanan Pangan berdasarkan jumlah produksi pangan sumber karbohidrat dikategorikan Cukup Tahan, namun berdasarkan Jumlah Penduduk, Jumlah Desa yang tidak ada akses kendaraan, Jumlah rumahtangga tanpa listrik dan Air PDAM, status ketahanan pangan dikategorikan Agak Rawan dan (2) Rantai Pasok Pangan teridentifikasi melalui perdagangan antar pulau, antar kecamatan dan ketergantungan pangan dari luar, rentan terhadap fasilitas transportasi dan kondisi alam. Saran dari hasil penelitian : (1) Diversifikasi pangan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal terus dilakukan dan (2) rantai pasok pangan diatur transportasi serta distribusinya sesuai kondisi cuaca untuk memenuhi pasokan kebutuhan pangan di daerah. Kata kunci: status ketahanan pangan, rantai pasok pangan, wilayah perbatasan

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 30 Nov 2018 01:22
Last Modified: 30 Nov 2018 01:22
URI: http://eprints.ulm.ac.id/id/eprint/4702

Actions (login required)

View Item View Item