EFEKTIFITAS PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT TEGURAN DAN SURAT PAKSA TERHADAP PENCAIRAN TUNGGAKAN PAJAK DI KPP PRATAMA BANJARMASIN

Asrid, Juniar and Alya , Lipata Emas EFEKTIFITAS PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT TEGURAN DAN SURAT PAKSA TERHADAP PENCAIRAN TUNGGAKAN PAJAK DI KPP PRATAMA BANJARMASIN. In: P r o c e e d i n g S i m p o s i u m N a s i o n a l A k u n t a n s i V o k a s i k e - 6. POLITEKNIK NEGERI BATAM.

[img]
Preview
Text
Asrid.pdf

Download (3627Kb) | Preview

Abstract

Salah satu penerimaan dalam negeri yang menjadi sumber dana utama dan sangat potensial dalam membiayai pembangunan nasional berasal dari sektor perpajakan. peran masyarakat dalam pemenuhan kewajiban perpajakan perlu ditingkatkan dengan cara mendorong kesadaran, pemahaman, dan penghayatan bahwa pajak adalah sumber utama pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Dalam usaha peningkatan penerimaan di sektor pajak, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perpajakan terus melaksanakan terobosan guna mengoptimalkan penerimaan di sektor ini melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Salah satu langkah yang diambil oleh Direktorat Jenderal Perpajakan ialah melakukan reformasi dibidang p e r p a j a k a n , d i ma n a d a l a m r e f o r m a s i p e r p a j a k a n t a h u n 1 9 8 3 , s i s t e m pemungutan pajak telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Penagihan pajak merupakan serangkaian tindakan agar penanggung pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan cara menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan surat paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan, dan menjual barang yang telah disita. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yang menganalisa suatu data dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas dari data yang diperoleh dan literatur guna memecahkan suatu permasalahan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil Penagihan tunggakan pajak dengan surat teguran dilihat dari nilai nominal pencairan piutang dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami banyak peningkatan dari Rp17.066.135.269,00 sampai Rp35.583.496.390,00 penagihan tunggakan pajak dengan menggunakan surat paksa dilihat dari nilai nominal pencairan piutang dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami sedikit penurunan dari Rp14.080.260.651,00 sampai Rp11.643.913.747,00 jumlah keseluruhan pencairan

Item Type: Book Section
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 08 Aug 2018 06:19
Last Modified: 14 Aug 2018 07:54
URI: http://eprints.ulm.ac.id/id/eprint/3935

Actions (login required)

View Item View Item