Model Konservasi Shorea belangeran dari Habitat Hutan Kerangas Rawa (Hutan Kerapah) sebagai Bahan Obat Alam

Ahmad , Yamani and KISSINGER, KISSINGER and Rina , Muhayah N.P (2016) Model Konservasi Shorea belangeran dari Habitat Hutan Kerangas Rawa (Hutan Kerapah) sebagai Bahan Obat Alam. Project Report. Universitas Lambung Mangkurat. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Model konservasi.pdf

Download (581Kb) | Preview

Abstract

Terdegradasinya hutan kerangas rawa (hutan kerapah) termasuk semakin langkanya keberadaan S.belangeran memerlukan suatu tindakan konservasi untuk mencegah kerusakan hutan lebih lanjut, mencegah kepunahan sumberdaya alam hayati, dan sebagai upaya memulihkan kembali kerusakan terhadap kawasan hutan kerangas rawa dan sumberdaya tumbuhan didalamnya yang merupakan bagian dari ekosistem lahan basah. S.belangeran merupakan salah satu jenis pohon dari habitat kerangas rawa yang selama ini menjadi sumberdaya pohon yang banyak ditebang masyarakat dan digunakan sebagai kayu pertukangan. Penebangan illegal yang dilakukan selama ini telah mengurangi secara signifikan tegakan pohon serta permudaan yang ada di alam serta menjadi pemicu kerusakan hutan kerangas yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menyusun model konservasi S.belangeran dari habitat hutan kerangas rawa sebagai bahan obat alami. Penelitian tahun kedua bertujuan: 1) Mengetahui kapasitas antioksidan esktrak methanol S.belangeran, 2) Mengetahui kapasitas antidiabetes esktrak methanol S.belangeran secara in vitro, 3) Menganalisis sikap masyarakat terhadap konservasi S.belangeran, 4) Menyusun strategi implementasi serta merumuskan model konservasi S.belangeran dari hutan kerangas sebagai bahan obat alami Metode penelitian yang dilakukan meliputi: 1) Pengujian anti radikal bebas menggunakan metode mikroplate dengan mengukur absorbansi DPPH, 2) Pengujian antidiabetes secara in vitro ekstrak methanol S.belangeran terhadap daya hambat enzim α glukosidase, 3) Sikap masyarakat dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan kategori, 4) Penyusunan hierarkhi dari pilihan model pengelolaan S.belangeran untuk kepentingan konservasi menggunakan AHP. Bioaktivitas antioksidan berdasarkan pengujian absorbansi DPPH yang terbaik berasal ekstrak methanol dari bagian kulit S.belangeran. (IC50 = 2,88 ppm) dibandingkan bagian daun S.belangeran (IC50= 18,94). Hasil pengujian daya hambat terhadap α glukosidase dari ekstrak methanol kulit S.belangeran memiliki nilai IC50 pada konsentrasi 0,816 ppm. Sikap masyarakat untuk ikut aktif dalam konservasi S.belangeran masih termasuk dalam kategori lemah. Berdasarkan hasil analisis hierarkhi proses pilihan pengelolaan terbaik terhadap S.belangeraan saat ini adalah moratorium pemanfaatan kayu untuk tetap menjaga fungsi jasa lingkungan dan nilai keberadaan biodiversitas. Temuan ini tidak menutup kemungkinan penerapan konservasi terhadap S.belangeran sebagai bahan obat alami, paling tidak sifatnya untuk pemenuhan sendiri (subsisten) dengan tetap menerapkan moratorium pemanfaatan kayu.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Konservasi, kerangas rawa, S. belangeran,bioakttiviras,obat alami
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 14 May 2018 02:52
Last Modified: 14 May 2018 02:52
URI: http://eprints.ulm.ac.id/id/eprint/3417

Actions (login required)

View Item View Item