BIO-EKOLOGI LARVA IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch) DI BERBAGAI PERAIRAN RAWA KALIMANTAN SELATAN DAN UPAYA UNTUK PEMELIHARAAN

Rukmini, Rukmini and Slamat, Slamat and Aisiah, Siti (2014) BIO-EKOLOGI LARVA IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch) DI BERBAGAI PERAIRAN RAWA KALIMANTAN SELATAN DAN UPAYA UNTUK PEMELIHARAAN. Laporan Penelitian.

[img]
Preview
Text
Bio-Ekologi Larva Betok di Perairan Rawa.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstract

Potensi ekosistem rawa yang luas terdapat di wilayah Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Selatan pada khususnya, sangat memungkinkan tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis biota tumbuhan dan hewan yang hidup didalamnya. Salah satu jenis biota fauna yang mendominasi kehidupan di ekosistem perairan rawa adalah ikan, diantaranya ikan betok Anabantidae. Ikan betok sebagai penghuni berbagai perairan rawa . Di Kalimantan Selatan ikan ini termasuk salah satu ikan ekonomis penting, digemari dan sangat laku di pasaran. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan betok masih mengharapkan dari penangkapan di alam. Pada kegiatan budidaya, ikan betok termasuk ikan yang mudah bereproduksi secara alami ataupun buatan, tetapi kendalanya pada saat fase larva mortalitasnya sangat tinggi. Sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan benih untuk kegiatan pembesaran. Dari hal itu sangat diperlukan kajian yang lebih intensif untuk menemukan bio-ekologi larva ikan betok di habitatnya di berbagai perairan rawa (perairan rawa monoton, tadah hujan dan pasang surut). Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah upaya pelestarian dan penyediaan benih betok yang intensif dengan cara meningkatkan kelangsungan hidup larva ikan betok. Target khusus yang ingin dicapai adalah (1) mengetahui parameter fisika, kimia, dan biologi berbagai perairan rawa sebagai habitat larva ikan betok (2) mengetahui jenis plankton yang dimakan oleh larva ikan betok di berbagai perairan rawa (3) mengetahui jenis tanaman air yang disukai sebagai habitat larva ikan betok di berbagai perairan rawa. (4) mengetahui ukuran bukaan mulut larva (5) mengetahui kecepatan pertumbuhan larva ikan betok (6) mengetahui kelangsungan hidup larva ikan betok. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah secara deskriptif. Hasil analisis dan perhitungan data semua parameter yang didapatkan selanjutnya ditabulasi. Interpretasi hasil tabulasi tersebut dituangkan kedalam bentuk tabel, grafik dan dibandingkan dengan pendapat para ahli. Rencana kegiatan penelitian tahun I adalah (1) mengetahui parameter fisika, kimia, dan biologi berbagai perairan rawa sebagai habitat larva ikan betok (2) mengetahui jenis plankton yang dimakan oleh larva ikan betok di berbagai perairan rawa (3) mengetahui jenis tanaman air yang disukai sebagai habitat larva ikan betok di berbagai perairan rawa. Penelitian tahun II adalah uji coba pemeliharaan larva ikan betok di bak-bak semen dengan bio-ekologi yang sesuai dengan habitatnya di alam dan pemberian jenis pakan alami yang sesuai di alam (perlakuan sesuai hasil yang didapat pada tahun I). Pengamatan yang dilakukan pada tahun II adalah (1) mengetahui ukuran bukaan mulut larva ikan betok (2) mengetahui kecepatan pertumbuhan larva ikan betok (3) mengetahui kelangsungan hidup larva ikan betok. Dengan ditemukannya informasi paket teknologi tersebut, maka diharapkan dapat dilakukan upaya pemeliharaan ikan betok yang lebih baik dan intensif. Hasil analisa parameter kualitas air masing-masing pada perairan rawa monoton Danau Bangkau, rawa pasang surut Anjir, dan rawa tadah hujan Kurau adalah : suhu 27- 29 °C, 28-29,7 °C, 27-28 °C, kecerahan 31-33 cm, 56-67 cm, 55-58 cm, kekeruhan 9,12-9,20 NTU, 1,84- 2,41 NTU, 2,41-2,84 NTU, oksigen 1,5-1,8 mg/l, 2,6-2,8 mg/l, 2,8-3,7 mg/l, karbondioksida 10,45-11,55 mg/l, 10,33-10,56 mg/l, 8,10-9,18 mg/l, pH 6,35-6,45,3,77-3,94, 4,65-4,89, dan amoniak 0,3-0,4 mg/l. 0,65-0,9 mg/l, 0,1-0,2 mg/l. Jenis plankton dominan yang didapat dari hasil analisa sampel air yang di ambil dari habitat larva ikan betok mulai dari telur menetas sampai larva berumur 31 hari pada semua titik pengamatan yaitu : pada perairan rawa monoton di Danau Bangkau 12 jenis, rawa pasang surut di Anjir 10 jenis, dan rawa tadah hujan di Kurau 9 jenis. Dari data kelimpahan plankton pada ketiga tipe perairan rawa dimana kesuburan perairan dari setiap umur larva mempunyai tingkatan yang sama yaitu kesuburan sedang dengan nilai kelimpahan plankton 0,1 – 40 x 106 sel/m3. Hasil analisa indeks keanekaragaman plankton pada habitat larva ikan betok di perairan rawa monoton Danau Bangkau dan perairan rawa tadah hujan Kurau, maka indeks keanekaragaman plankton pada semua umur larva ikan betok dapat dimasukkan dalam kategori 1,67-2,33 yaitu keadaan struktur komunitas stabil dan masuk ke dalam kategori perairan sedang. Sedangkan indeks keanekaragaman plankton pada habitat larva ikan betok di perairan rawa pasang surut Anjir dimasukkan dalam kategori 1,00-1,66 yaitu keadaan struktur komunitas cukup stabil dan masuk ke dalam kategori perairan buruk. Hasil analisa saluran pencernaan (lambung) larva ikan betok berumur 3 sampai 31 hari pada perairan rawa monoton Danau Bangkau, rawa pasang surut Anjir, dan rawa tadah hujan Kurau yaitu seluruh lambung berisi plankton sebagai pakan alami yang sesuai dengan umur dan ukuran larva ikan. Pakan alami yang dimakan mulai dari fitoplankton kemudian beralih ke zooplankton. Jenis tumbuhan air yang banyak ditemukan populasi larva ikan betok sebagai habitatnya di perairan rawa monoton Danau Bangkau : Eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart) Solms), rawa pasang surut di Anjir : Kiapu (Pistia stratiotes), dan rawa pasang surut di Kurau : gulma itik (Lemna perpusilla).

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 15 Jun 2015 03:31
Last Modified: 15 Jun 2015 03:31
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/336

Actions (login required)

View Item View Item