Kemampuan Dan Daya Dukung Lahan Di SUB DAS Kusambi DAS Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan

Badaruddin, Badaruddin (2014) Kemampuan Dan Daya Dukung Lahan Di SUB DAS Kusambi DAS Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. PhD thesis, Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.

[img]
Preview
Text
disertasi Ringkasan.pdf

Download (1713Kb) | Preview

Abstract

Kemampuan dan daya dukung lahan adalah salah satu bentuk evaluasi lahan yang dapat dilakukan untuk memberikan input dalam bentuk arahan atau rekomendasi pada kegiatan perencanaan tata guna lahan. secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemanfaatan lahan eksisting dan rencana pemanfaatan ruang Sub DAS Kusambi DAS Batulicin berdasarkan kemampuan dan daya dukung lahannya. Untuk mencapai tujuan umum tersebut selanjutnya dilakukan tujuan khusus sebagai berikut: (1) menganalisis kelas bahaya erosi dan tingkat bahaya erosi Sub DAS Kusambi; (2) menganalisis kemampuan lahan Sub DAS Kusambi; (3) menganalisis daya dukung lahan Sub DAS Kusambi; (4) menentukan arahan pengelolaan lahan dan rekomendasi. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, secara umum dibagi menjadi dua, yaitu pengumpulan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan perhitungan erosi, erosi yang ditoleransi, kemampuan lahan dan daya dukung lahan. Perhitungan erosi dengan pendekatan persamaam USLE, Analisis kemampuan lahan dilakukan dengan menilai faktor penghambat/pembatas pada setiap satuan lahan dengan cara matching (pembandingan) menggunakan metode weight factor matching. Evaluasi dilakukan terhadap pemanfaatan lahan eksisting dan rencana pemanfaatan ruang dengan kemampuan lahannya. Analisis kemampuan lahan dilakukan dengan cara matching (pembandingan) dengan metode faktor pemberat (weight factor matching). Menentukan daya dukung lahan apakah suatu wilayah dalam ketersediaan suplus atau defisit. Serta menentukan nilai tekanan penduduk terhadap lahan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, Kondisi fisik Sub DAS Kusambi terdiri atas:kelas bahaya erosi paling tinggi di satuan lahan 12 yaitu 131,625 ton/ha/tn dan terendah di satuan lahan 8 yaitu 2,340 ton/ha/tn. Erosi yang ditoleransi dengan luas 2491,78 ha (46,71 %) dan erosi melebihi toleransi dengan 2843,83 ha (53,29 %), Tingkat bahaya erosi didominasi pada kelas III-B (berat) 2129,22 ha (39,91 %), kelas I-R (ringan) 2099,07 ha (39.34 %), kelas II-S (sedang) 665,28 ha (12,47%) dan kelas 0-SR (sangat ringan) 442,04 ha (8,28 %).Tingkat bahaya erosi tutupan lahan yang paling tinggi pada lahan terbuka yaitu 131,63 ton/ha/th, dan terendah di kebun campuran yaitu 16,24 ton/ha/th.Tingkat Bahaya erosi pada kelas kelerengan lahan yang paling tinggi pada kelerengan 8-15% sebesar 82,35 ton/ha/th, dan terendah pada kelerengan 0-3% yaitu 11,95 ton/ha/th. Kemampuan lahan Sub DAS Kusambi dari kelas kemampuan lahan II sampai kelas kemampuan VI dengan, faktor pembatasnya didominasi oleh erosi, kemiringan lereng, tekstur tanah, drainase dan ancaman genangan. Kelas kemampuan II merupakan kelas kemampuan lahan terbaik dan kelas kemampuan lahan VI merupakan kelas kemampuan lahan tidak baik untuk pertanian. Sub DAS Kusambi mempunyai lahan dengan potensi tinggi seluas 1349,14 ha (25,28%), potensi sedang 1857,25 ha (34,81%), dan potensi rendah seluas 2129,22 ha (39,91%). Kemampuan lahan dengan potensi tinggi–sedang (II-IV) dapat diusahakan untuk pertanian dan pemukiman seluas 3206 ha (60,09%), sedangkan kemampuan lahan dengan potensi rendah (V-VI), tidak bisa diusahakan untuk pertanian dan pemukiman seluas 2129,22 ha (39,91%). Rencana pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan kemampuan lahannya berupa rencana pemanfaatan ruang berupa permukiman, pengembangan permukiman, dan pertanian lahan kering. Arahan pemanfaatan lahan pada semua kelas kemampuan lahan untuk menjaga kesinambungan dan penataan lahan diarahkan untuk pertanian, perkebunan dengan hutan rakyat sistem agroforestry dan terasering. Daya dukung lahan Sub DAS Kusambi pada tiga kecamatan dengan delapan desa bahwa desa Sari Gadung, Tungkaran Pagaran, dan Karang Bintang dengan klasifikasi lahan surflus. Desa Kusambi, Gunung Tinggi, Mekar Sari dan Manunggal dengan klasifikasi lahan defisit Nilai Tekanan Penduduk (TP) yang melebihi batas kemampuan lahan terdapat di desa Kusambi, Gunung Tinggi, Mekar Sari, Rejo Winangun dan desa Manunggal, sedangkan nilai Tekanan Penduduk (TP) yang tidak melebihi batas kemampuan lahan terdapat di desa Sari Gadung, Tungkaran Pagaran dan desa Karang Bintang. Arahan pemanfaatan lahan pada kelas kemampuan lahan I-IV untuk menjaga kesinambungan dan penataan lahan di arahkan untuk pertanian, perkebunan, sedangkan untuk kemampuan lahan V dam VI di arahkan untuk hutan rakyat sistem agroforestry dan terasering. Daya dukung lahan yang kurang potensial bisa dioptimalkan dengan metode teknologi terbarukan.

Item Type: Thesis (PhD)
Uncontrolled Keywords: erosion, land Capability, land carrying capacity
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 19 Oct 2017 02:55
Last Modified: 19 Oct 2017 02:55
URI: http://eprints.ulm.ac.id/id/eprint/2346

Actions (login required)

View Item View Item