WACANA KESETARAAN GENDER DI KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Lumban, Arofah and Alfisyah, Alfisyah and Sigit, Ruswinarsih (2013) WACANA KESETARAAN GENDER DI KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT. Project Report. Universitas Lambung Mangkurat.

[img]
Preview
Text
18 Wacana Gender.pdf

Download (1068Kb) | Preview

Abstract

Dalam dekade terakhir ini, upaya pengarus utamaan gender menjadi diskursus di berbagai kalangan aktivis perempuan, keluarga-keluarga, wartawan, dunia pendidikan maupun kalangan politisi. Begitupun strategi-strategi telah ditawarkan dengan tujuan agar kesetaraan gender tercapai terutama dalam pendidikan yang dianggap dimensi kunci. Mengingat pentingnya kaitan antara gender dan pendidikan, penelitian ini akan berusaha untuk mendapatkan gambaran persepektif gender menurut Mahasiswa FKIP mengingat mereka disiapkan untuk menjadi guru pelajaran. Sehingga, perspektif mereka tentang gender nantinya akan diturunkan kepada anak-anak didik dimana mereka mengajar. Penelitian ini juga berusaha untuk menginvestigasi darimana wacana gender itu berasal dan bagaimana operasionalisasi konsep gender bagi mahasiswa. Untuk menjawab masalah penelitian tersebut penelitian ini menggunakan metode penelitan kualitatif dengan mengedepankan penggunaan wawancara dan observasi sebagai alat untuk menggali data. Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa terdapat tiga jenis wacana gender menurut perspektif mahasiswa; Pertama, Pandangan mahasiswa berpendapat bahwa kesetaraan gender itu adalah kesamaan posisi, derajat, kedudukan, hak, dan kewajiban antara Laki-laki dan Perempuan. Implikasi dari pandangan tersebut terletak dari pernyataan bahwa tidak ada perbedaan antara Laki-laki dan perempuan dalam memperoleh dan mendapatkan posisi di masyarakat. Setiap individu berhak mendapatkan posisinya di masyarakat tanpa adanya pembatasan dari jenis kelamin lainnya. Oleh karena itu, perempuan dan Laki-laki berhak untuk memperjuangkan posisinya masing-masing. Kedua, Pandangan mahasiswa yang percaya bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan antara Laki-laki dan Perempuan oleh karena itu maka perbedaan akan konstruksi sosial antara keduanya harus dihapuskan. Namun, ada perbedaan yang tidak dapat dipisahkan antara laki-Laki dan perempuan. Perbedaan tersebut terletak pada fisik antara jenis kelamin tersebut, atau dalam kata lain terdapat perbedaan biologis antara keduanya. Oleh karena itu, maka walaupun dimungkinkan tidak ada perbedaan dalam konstruksi sosial, namun perbedaan dalam hal biologis akan berpengaruh dalam hal kehidupan dan peran peran juga dimasyarakat. Ketiga, Pandangan mahasiswa yang tidak menyetujui kesetaraan gender. pandangan tersebut berasal dari kenyataan bahwa Mahasiswa memandang tidak perlu ada kesetaraan gender, karena peran dan posisi masing-masing individu tidak lah sama. Oleh karena itu, mengingat peran dan posisi masing-masing telah ditentukan baik oleh faktor biologis maupun faktor sosial, maka tidak perlu ada kesetaraan gender. Kata Kunci: Gender, Feminsime, Kesetaraan, Pengarusutamaan, Perspektif, Pandangan, Mahasiswa

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: FKIP > Pendidikan SosAntro
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 24 Apr 2014 17:43
Last Modified: 24 Apr 2014 17:43
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/231

Actions (login required)

View Item View Item