Pola Pembelajaran dalam Tradisi Pengajian Perempuan di Gang Bersama Kelurahan Sekumpul Martapura

Alfisyah, Alfisyah (2013) Pola Pembelajaran dalam Tradisi Pengajian Perempuan di Gang Bersama Kelurahan Sekumpul Martapura. Project Report. Universitas Lambung Mangkurat.

[img]
Preview
Text
17 Pola Pembelajaran dlm Tradisi Pengajian.pdf

Download (638Kb) | Preview

Abstract

Pola Pembelajaran dalam Tradisi Pengajian Perempuan di Gang Bersama Kelurahan Sekumpul Martapura Penelitian ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari,: Alfisyah, Sigit Ruswinarsih, Lumban Arofah, Tutung Nurdiyana, Yusuf Hidayat, Nasrullah, Syahlan Mattiro dan Yuli Apriati. Peran lembaga Islam dalam mengembangkan pendidikan dan pengajaran sudah tidak diragukan lagi. Meskipun setelah Indonesia merdeka telah berkembang jenis-jenis pendidikan Islam formal dalam bentuk madrasah dan pada tingkat tinggi ada perguruan tinggi Islam namun kehadiran lembaga pengajian sebagai sebuah institusi pendidikan untuk orang dewasa masih tetap dapat bertahan. Bahkan disaat lembaga pendidikan makin berkembang dengan mengambil bentuk yang lebih modern tampaknya lembaga pengajian dengan corak tradisional masih menunjukkan kekuatan penting sebagai sebuah institusi pendidikan sekaligus sosial. Kenyataan ini menunjukkan bahwa model dan pola pembelajaran maupun pengajara yang digunakan dalam tradisi pengajian telah berhasil menarik minat dan diterima di kalangan masyarakat Banjar. Minat masyarakat Banjar memanfaatkan lembaga pengajian sebagai tempat belajar bahkan tidak hanya terbatas pada kaum laki-laki tetapi jga kaum perempuan. Bahkan perempuan dalam konteks pembelajaran di lembaga pengajian tidak hanya berperan pasif sebagai peserta atau jamaah tetapi juga aktif sebagai pengajar seperti yang berlangsung pada lembaga pengajian dan majelis zikir Ibu Hajjah Nafsiyah di Gang Bersama Sekumpul Martapura. Pengajian ini cukup diminati kalangan perempuan. Model pembelajaran yang digunakan pada lembaga ini adalah model yang dipakai oleh lembaga pendidikan Islam tradisional pada umumnya yaitu dengan metode bandongan dengan memadukan model ceramah dan tanya jawab. Materi cabang pengetahuan yang diajarkan meliputi tauhid, fikih dan tasawwuf. Tujuan pengajian ini tidak sekedar memperkaya pikiran dengan pengetahuan agama tetapi juga meninggikan moral. Oleh karena itu diharapkan lembaga ini bisa mendapat perhatian yang lebih besar dari pemerintah, agar keberadaannya terus berkembang sebagai sebuah alternatif pendidikan untuk orang dewasa.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: FKIP > Pendidikan SosAntro
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 24 Apr 2014 17:39
Last Modified: 24 Apr 2014 17:39
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/230

Actions (login required)

View Item View Item