PENGARUH CAMPURAN PENDINGIN, KECEPATAN DAN TEBAL PENYAYATAN PADA PROSES FRAIS TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA BAJA ST 40

Ach., Kusairi S. and Akhmad, Syarief and Dwi, Bambang Saputro (2013) PENGARUH CAMPURAN PENDINGIN, KECEPATAN DAN TEBAL PENYAYATAN PADA PROSES FRAIS TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA BAJA ST 40. Project Report. Fakultas Teknik.

[img]
Preview
Text
Abstrak Perlakuan Panas.pdf - Published Version

Download (9Kb) | Preview

Abstract

Tuntutan terhadap kualitas produk yang baik dari proses pemesinan sangat dibutuhkan di dunia industri. Salah satu kualitas produk adalah masalah kekasaran permukaan hasil p engerjaan. Kekasaran permukaan benda kerja tergantung pada parameter pemotongan. Jenis pendingin, kecepatan pemotongan dan ketebalan penyayatan merupakan parameter yang berpengaruh terhadap kekasaran permukaan. Untuk memenuni nilai kekasaran yang memenuhi spesifikasi maka ada banyak faktor yang harus dipenuhi. Pada proses penyayatan benda kerja akan terjadi peningkatan suhu akibat gesekan antara mata pisau dan benda kerja. Suhu benda kerja dan pisau akan mempengaruhi sifat material dan pahat yang dipakai. Kecepatan potong adalah suatu harga yang diperlukan dalam menentukan kecepatan pada saat proses penyayatan atau pemotongan benda kerja. Harga kecepatan potong ditentukan oleh jenis alat potong dan jenis benda kerja yang dipotong. Adanya bekas bidang penyayatan yang besar akan mengakibatkan terjadinya perbedaan nilai kekasaran. Dalam proses penyayatan menggunakan mesin milling , temperatur dikontrol dengan pendingin yang dipancarkan dari samping pahat. Aliran pendingin tersebut mengenai pisau, benda kerja dan bidang benda kerja dan pisau yang bergesekan sehingga temperatur dapat dijaga. Temperatur yang dihasilkan tergantung dari debit aliran media pendingin, campuran media pendingin dan jenis media pendingin yang digunakan.Pada proses pemesinan agar mendapatkan temperatur pengerjaan yang rendah maka harus menggunakan pendingin yang berkualitas baik, yang tentu saja harganya cukup mahal. Hal ini akan mempengaruhi nilai ekonomi produk yang dihasilkan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengaruh kecepatan, dan Ketebalan penyayatan serta komposisi campuran pendingin terhadap kekasaran permukaan benda kerja baja ST 40 pada proses frais. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecepatan , dan Ketebalan penyayatan serta komposisi campuran pendingin terhadap kekasaran permukaan benda kerja baja ST 40 pada proses frais. Dari hasil pengujian terdapat pengaruh kecepatan potong terhadap nilai kekasaran permukaan, dimana semakin tinggi kecepatan potong yang digunakan maka nilai kekasaran akan semakin kecil atau semakin halus. Terdapat pengaruh tebal penyayatan terhadap nilai kekasaran permukaan, dimana semakin besar tebal penyayatan yang digunakan maka nilai kekasaran akan semakin besar atau semakin kasar.Nilai kekasaran yang paling rendah adalah 1,38 μm di dapat pada kondisi kecepatan potong 200 m/menit, ketebalan penyayatan 0,2 mm dan komposisi campuran pendingin 1:20.Nilai kekasaran yang paling tinggi adalah 2,79 μm di dapat pada kondisi kecepatan potong 156 m/menit, ketebalan penyayatan 0,4 mm dan komposisi campuran pendingin 1:40.Nilai kekasaran yang dapat dicapai pada penelitian ini termasuk ke dalam kategori nilai kekasaran permukaan yang ada pada standar yaitu antara N5-N10 dengan nilai 0,4 μm sampai dengan 12,5 μm.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 20 Apr 2014 17:03
Last Modified: 20 Apr 2014 17:03
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/218

Actions (login required)

View Item View Item