BIOMARKER REMODELING TULANG

Huldani, Huldani (2012) BIOMARKER REMODELING TULANG. Documentation. Fakultas Kedokteran, Banjarmasin.

[img]
Preview
Text
HULDANI - BIOMARKER REMODELLING TULANG.pdf

Download (592Kb) | Preview

Abstract

Tulang adalah jaringan aktif yang secara metabolik mengalami remodeling secara kontinyu oleh dua proses, yaitu pembentukan (formasi) dan penyerapan (resopsi) tulang. Proses ini bergantung pada aktivitas osteoklas, osteoblas, dan osteofit. Dalam kondisi normal, resopsi dan formasi berkaitan erat satu sama lain, sehingga jumlah tulang yang dihancur sama dengan yang dibentuk. Keseimbangan ini dicapai dan diatur melalui berbagai aksi hormon sistemik (misalnya paratiroid, vitamin D, dan hormon steroid lainnya) dan mediator lokal (misalnya sitokin, faktor pertumbuhan).1 Untuk melihat adanya proses remodeling tulang biasanya dilakukan pemeriksaan pertanda remodeling tulang. Saat ini tersedia pemeriksaan pertanda remodeling tulang baik enzim dan peptida non enzimatik yang berasal dari kompartemen seluler dan non seluler tulang. Kebanyakan indeks biokimia resopsi tulang terkait dengan produk kolagen seperti hidroksiprolin atau berbagai cross-link kolagen dan telopeptida Sebaliknya, penanda formasi tulang yang baik dihasilkan oleh produk dari neosintesis kolagen (misalnya propeptida dari kolagen tipe I) atau protein terkait osteoblas seperti osteocalcin (OC) dan alkalin phospatase (AP). 1 Biomarker formasi dan resopsi tulang mencermikan aktivitas keseluruhan osteoblas dan osteoklas pada tulang dan dalam beberapa situasi dapat digunakan sebagai pengganti untuk pemeriksaan histologis tulang. Biomarker pengganti tulang dapat digunakan untuk mendokumentasikan efek dari agen terapeutik pada beberapa pasien dengan osteoporosis dan mungkin mengurangi kebutuhan seringnya pemeriksaan kepadatan tulang. Pada pasien kanker dengan metastasis tulang, biomarker resopsi tulang memberikan bukti kemanjuran terapi antiresoptif. 2 Beberapa dari peptida tersebut sangat sedikit difiltrasi dalam urin, sementara fragmen yang lebih besar dapat dideteksi dalam darah. Marker tersebut dapat memberikan penilaian dari angka remodeling tulang, tapi hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor fisiologis dan patologis. Marker ini tidak dapat digunakan untuk skrining atau diagnosis penyakit tertentu.3 Kekuatan tulang dipengaruhi oleh massa tulang, mikroarsitektur, makrogeometri, dan turnover tulang. Remodeling tulang dapat dinilai dengan pengukuran marker dalam darah atau urin. Penanda formasi tulang termasuk bone specific alkaline fosfatase, osteocalcin (bone Gla-protein), procollagen I carboxy (PICP) dan N-terminal (PINP). Penanda resopsi tulang meliputi kadar pyridinolines (Pyr atau Pyralink) dalam urin, deoxypyridinolines (D-Pyr atau Pyrilink-D), type I collagen telopeptides (C-telopeptide products (CTX) dan N-telopeptide to helix (NTX)).4 Pedoman dari North American Menopause Society (2010) menyatakan bahwa pemakaian rutin penanda biokimia remodeling tulang dalam praktek klinis umunya tidak dianjurkan. Hal ini dikarenakan penanda remodeling tulang bervariasi dari hari ke hari, dipengaruhi asupan makanan, standarisasi uji klinis yang kurang membatasi utilitas klinis tes ini. Meskipun beberapa dokter telah menemukan bahwa penanda biokimia dapat mendorong kepatuhan terhadap terapi. Perubahan marker tulang timbul lebih cepat daripada perubahan Bone Mass Density (BMD) sejak mulainya terapi penghambat resopsi tulang dan dapat ditentukan dengan pengukuran biomarker remodeling tulang.

Item Type: Monograph (Documentation)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 16 Apr 2014 18:58
Last Modified: 17 Apr 2014 18:11
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/204

Actions (login required)

View Item View Item