Model Agroekosistem Lahan Rawa Pasang Surut Berbasis Kemandirian Bahan dan Energi

Kurnain, Ahmad and Makalew, Anna Maria and Akhmad , Murjani (2013) Model Agroekosistem Lahan Rawa Pasang Surut Berbasis Kemandirian Bahan dan Energi. Project Report. Universitas Lambung Mangkurat . (Unpublished)

[img]
Preview
Text
24_Laporan Akhir Tahun 1_2013_Ahmad_Kurnain_Unlam.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstract

Peningkatan produktivitas agroekosistem lahan rawa pasang surut dapat dilakukan melalui pendekatan sistem, yaitu pengintegrasian beberapa sub-sistem usahatani, yang jumlah dan jenisnya disesuaikan dengan karakteristik air dan tanah, sehingga aliran bahan dan energi (baik products maupun by products) berjalan efisien dan efektif. Dengan kata lain sistem akan memenuhi kebutuhan bahan dan energinya secara mandiri. Untuk mendesain bagaimana model agroekosistem lahan rawa pasang surut berbasis pada kemandirian bahan dan energi diperlukan kajian potensi produk dan by products-nya dari beberapa subsistem usahatani semula ada (existing farming), neraca air dan hara, serta sumber daya in situ yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan dan energi pada pengelolaan lahan rawa pasang surut untuk tujuan pertanian. Indikator bahan dan energi yang yang diamati meliputi nutrisi utama N, P, dan K. Pengembangan model agroekosistem mengacu pada pendekatan Input-Output pada sistem tertentu dengan skala usahatani di tingkat petani. Potensi hara N, P dan K baik pada komponen masukan maupun keluaran dari setiap sub sistem usahatani padi, jeruk dan kolam ikan berbeda-beda dari satu sub sistem dengan sub sistem lainnya. Potensinya lebih rendah dibandingkan dengan potensi yang pernah dilaporkan di negara-negara Asia, terutama untuk sub sistem padi. Potensi ini tipikal untuk sub sistem padi yang rendah masukan pupuk kimia, seperti yang sering ditemukan di lahan rawa pasang surut di Barito Kuala. Sub sistem padi dan kolam ikan memiliki potensi aliran internal hara, yang masing-masing bersumber dari jerami padi dan lumpur dasar kolam. Potensi ini dapat dimanfaatkan kembali sebagai sub komponen masukan hara bagi sub sistem lainnya atau bagi musim tanam berikutnya. Simulasi model agroekosistem terpadu padi-jeruk-kolam ikan menunjukkan neraca hara yang positif terutama hara N, sehingga model ini perlu dikembangkan lebih lanjut

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: agroekosistem, lahan rawa pasang surut, neraca hara
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 01 Aug 2017 08:06
Last Modified: 01 Aug 2017 08:06
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/2030

Actions (login required)

View Item View Item