Karakteristik Tanah dan Kebutuhan Kapur Tanah Sulfat Masam Potensial Di Lahan Pasang Surut Tipologi C

Zuraida, Titin Mariana (2013) Karakteristik Tanah dan Kebutuhan Kapur Tanah Sulfat Masam Potensial Di Lahan Pasang Surut Tipologi C. Project Report. Universitas Lambung Mangkurat. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Penelitian Titin Mandiri Handil 1 dan 2.pdf

Download (148Kb) | Preview

Abstract

Sejak tahun 1995 Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) telah mengusung program unggulan yang sesuai bagi Unlam untuk merangkum visi dan misi, yaitu unggulan di bidang “lingkungan lahan basah”. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan memiliki potensi lahan basah (termasuk lahan rawa pasang surut yang salah satunya berupa tanah sulfat masam potensial). Selain menjadi potensi, lahan rawa juga memiliki permasalahan yang sangat besar yaitu kemasaman tanah yang tinggi, umumnya pH tanah 3,5-4,5. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik tanah sulfat masam potensil di lahan Pasang Surut Tipologi C dan memberikan informasi kepada petani mengenai kebutuhan kapur pada tanah sulfat masam potensial di lahan pasang surut tipologi C agar lahan tersebut berproduksi secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sampel tanah sulfat masam di ambil dari Handil 1 dan Handil 2 desa Sungai Rangas Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan yang mendapat pengairan dari irigasi Riam Kanan melalui saluran sekunder BGT 7. Analisa sampel tanah meliputi pH tanah (H2O) ratio tanah dan air = 1 : 2,5 (metode Elektroda Glass), C-Organik, Fe-larut, bulk density (BD) tanah, dan kebutuhan kapur. Saat di lapangan diamati lapisan tanah yang mengandung senyawa pirit dengan cara menetesinya dengan H2O2. Hasil Penelitian menunjukkan Derajat kemasaman (pH tanah) tanah sulfat masam potensial lokasi handil 1 dan 2 di desa Sungai Rangas Kabupaten Banjar menunjukkan kriteria sangat masam yaitu berkisar antara 3,86 – 4,32. Kandungan C-organik tanah di lapisan olah tergolong tinggi, berkisar antara 4,24 – 6,47. Kemasaman yang tinggi pada handil 1 dan 2 desa Sungai Rangas Kabupaten Banjar tersebut disebabkan oleh senyawa pirit di dalam tanah. Rata-rata kedalaman pirit berada di bawah permukaaan tanah antara -80 cm sampai dengan – 100 cm, kecuali pada handil 2 (H2.1) dimana kedalaman pirit berada dekat dengan permukaan tanah (-15 cm). Jumlah CaCO3 yang diperlukan untuk meningkatkan pH tanah dari sangat masam menjadi masam (pH 5) sangat besar (rata-rata 15 ton ha-1 pada tanah yang lapisan piritnya berada pada kedalaman -80 cm, tetapi pada tanah yang lapisan piritnya dekat dengan permukaan tanah (-15 cm) kebutuhan kapur yang diperlukan sangat besar (41,98 15 ton ha-1 ). Kebutuhan kapur pada lahan sulfat masam sangat ditentukan oleh pH tanah awal, adanya senyawa pirit (FeS2), Fe-larut dan kandungan bahan organik tanah (C-Org).

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 07 Apr 2014 16:52
Last Modified: 07 Apr 2014 16:52
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/201

Actions (login required)

View Item View Item