PENGEMBANGAN FORMULA PAKAN ADITIF ITIK ALABIO BERBASIS AFLATOKSIN ADSORBEN DAN FITOFARMAKA HEPATOPROTEKTIF

Sumantri, Ika and Agus, Ali and Irawan, Bambang (2016) PENGEMBANGAN FORMULA PAKAN ADITIF ITIK ALABIO BERBASIS AFLATOKSIN ADSORBEN DAN FITOFARMAKA HEPATOPROTEKTIF. Project Report. LPPM ULM, Banjarbaru.

[img]
Preview
Text
lap akhir PUPT 2016 Ika S Unlam.pdf

Download (1341Kb) | Preview

Abstract

Pada tahun pertama penelitian terdiri atas dua tahap, yaitu (1) survei untuk mengetahui prevalensi dan tingkat cemaran AFB1 dalam pakan serta prevalensi dan tingkat cemaran residu aflatoksin dalam produk itik Alabio; (2) pengujian in vivo untuk mengetahui respon itik Alabio terhadap tingkat cemaran AFB1 pakan dan carry-over rate AFB1 pakan menjadi AFM1 dalam daging dan telur itik Alabio. Hasil penelitian tahap 1 (survei) memperlihatkan tingginya prevalensi cemaran aflatoksin pada pakan dan produk itik Alabio. Analisis 234 sampel pakan memperlihatkan cemaran AFB1 ditemukan pada 88% sampel dengan kisaran antara 2-192 ppb dan rerata 28 ppb atau di atas batas maksimum kandungan aflatoksin dalam pakan itik petelur menurut SNI 01-3910-2006 (20 ppb). Analisis pada 48 sampel hati menunjukkan semua sampel (100%) mengandung AFB1 dengan kisaran 53-77 ppb dan rerata 65 ppb. Analisis ELISA terhadap AFM1 pada sampel hati (n=48) memperlihatkan semua sampel (100%) mengandung AFM1 dengan kisaran 106-1.215 ppt dan rerata 304 ppt. Prevalensi yang sama juga ditunjukkan pada cemaran AFM1 dalam daging dan telur. Kandungan AFM1 dalam daging (n=42) berkisar antara 71-128 ppt dan rerata 91 ppt. Pada telur (n=38), kandungan AFM1 ditemukan lebih rendah, yaitu berkisar antara 10-36 ppt dan rerata 19 ppt. Penelitian tahap 2 (uji in vivo) perlakuan inklusi AFB1 dalam pakan pada level 0; 25; 37,5; dan 50 ppb selama 15 hari berpengaruh nyata terhadap pertambahan berat badan, produksi telur serta berat telur itik Alabio (P < 0,05). Peningkatan kadar AFB1 dalam pakan secara nyata menurunkan pertambahan berat badan. Penambahan AFB1 dalam pakan juga menyebabkan pembesaran ukuran hati, perubahan warna menjadi lebih cerah serta adanya penumpukan lemak hati, namun secara statistik tidak terdapat perbedaan yang nyata nyata (P > 0,05) pada berat hati maupun persentase berat hati antar perlakuan. Uji in vivo juga menunjukkan adanya residu AFB1 dan AFM1 dalam hati dan telur itik yang mendapat pakan terkontaminasi AFB1, meskipun dalam kadar yang sangat rendah (bertutut-turut < 2 ppb dan < 1 ppt), meskipun demikian AFM1 ditemukan dalam kadar yang bermakna dalam daging, yaitu antara 99,72 – 402,25 ppt. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa residu aflatoksin dalam hati, daging dan telur itik Alabio secara nyata dipengaruhi oleh kadar AFB1 dalam pakan. Sehingga menjadi sangat penting untuk mencegah kontaminasi AB1 dalam pakan dalam upaya menghindari adanya residu aflatoksin dalam produk itik.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 12 Jul 2017 06:56
Last Modified: 12 Jul 2017 06:56
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/1838

Actions (login required)

View Item View Item