Stabilisasi Bahan Organik: Usaha untuk Mempertahankan Produktivitas TanahTukungan di Lahan Rawa Pasang Surut

Akhmad, R Saidy and Izhar, Khairullah and Meldia, Septiana and Eddy, Triatmoko Stabilisasi Bahan Organik: Usaha untuk Mempertahankan Produktivitas TanahTukungan di Lahan Rawa Pasang Surut. Project Report. Universitas Lambung Mangkurat. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Ringkasan Penelitian Stabilisasi Bahan Organik.pdf

Download (110Kb) | Preview

Abstract

Penggunaan tanah tukungan untuk budidaya tanaman pertanian dalam waktu yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan ketersediaan hara pada tanah tukungan. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kandungan hara di tanah tukungan adalah melalui proses pengangkatan lapisan lumpur dan bahan organik yang telah membusuk di daerah tabukan Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mendapatkan model atau konsep dalam meningkatkan kandungan bahan organik pada tanah tukungan untuk mempertahankan produktivitas tanah tukungan. Tujuan khusus dari penelitian ini meliputi: Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa kandungan bahan organik/C-organik tanah mengalami penurunan ketika umur tukungan/surjan mencapai 26 tahun. Sedangkan untuk tukungan yang relatif muda yang berfungsi sebagai jembatan kation antara mineral liat dan bahan organik dan menurunnya kandungan bahan-bahan yang mampu menjerap bahan organik seperti oksida besi dan aluminium. Hasil penelitian dapat menjelaskan bahwa mengapa penumpukan bahan organik yang bercampur dengan lumpur/liat dari tabukan ke tukungan/surjan yang dilakukan oleh petani dapat menghasilkan kandungan bahan organik yang relatif tidak berubah dalam waktu yang cukup lama Hasil penelitian yang diperoleh juga memperlihatkan bahwa dekomposisi/mineralisasi bahan organik pada tukungan yang berbeda mampu meningkatkan ketersediaan hara nitrogen dan posfor. Mineralisasi bahan organik pada tanah tukungan dengan umur yang berbeda dikontrol keberadaan oksida besi dan aluminium. Semakin tinggi oksida besi dan aluminium di tanah tukungan, semakin rendah jumlah nitrogen dan posfor yang dihasilkan melalui proses mineralisasi bahan organik. Peningkatan ketersediaan hara yang berasal dari mineralisasi bahan organik ini mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Implementasi hasil penelitian ini adalah bahwa keberadaan bahan organik pada tanah tukungan sangat krusial dalam memelihara produktivitas tanah tukungan di lahan pasang surut. Kapasitas jerapan maksimum tanah, menunjukkan bahwa tanah tukungan masih mempunyai kapasitas yang tinggi dalam menjerap bahan organik. Hasil lain yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa sebagian dari bahan organik yang ditambahkan ke tanah tukungan akan dijerap oleh mineral tanah sehingga meningkatkan stabilisasi bahan organik, yang pada akhirnya nanti akan meningkatkan emampuan tanah dalam mempertahankan jumlah bahan organik di tanah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kapasitas jerapan bahan organik oleh tanah tukungan tidak ditentukan oleh umur tukungan. Sifat-sifat tanah permukaan tanah seperti kandungan liat, keberadaan Ca2+ tukar dan kandungan oksida-oksida besi dan aluminium menentukan kapasitas jerapan maksimum bahan organik oleh tanah tukungan. Penelitian yang dilakukan memperlihatkan bahwa kation Ca2+ dan oksida besi dan aluminium menentukan kandungan C-organik ditanah dan kapasitas maksimum jerapan bahan organic oleh tanah. Oksida-oksida besi dan aluminium juga menentukan kecepatan mineralisasi bahan organik dalam membebaskan hara nitrogen dan posfor tersedia. Implementasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa penambahan bahan yang mampu menjerap bahan organik dan abu batubara yang mengandung sejumlah logam berat seperti Al3+ , Fe3+, Mn2+

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 24 Mar 2014 21:16
Last Modified: 24 Mar 2014 21:16
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/182

Actions (login required)

View Item View Item