INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN INKLUSIF BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN LAHAN BASAH MENUJU PENGEMBANGAN INDUSTRI INTIDI DAERAH (TAHUN III)

Hesty , Heryani and Agung, Nugroho and Thresye, Thresye (2016) INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN INKLUSIF BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN LAHAN BASAH MENUJU PENGEMBANGAN INDUSTRI INTIDI DAERAH (TAHUN III). Project Report. Universitas Lambung Mangkurat . (Unpublished)

[img]
Preview
Text
26. Inovasi Untuk Pembangunan Inklusif Berbasis Komoditas Unggulan Lahan Basah Me-nuju Pengembangan Industri Inti Di Daerah (Tahun III).pdf

Download (2654Kb) | Preview

Abstract

INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN INKLUSIF BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN LAHAN BASAH MENUJU PENGEMBANGAN INDUSTRI INTIDI DAERAH (TAHUN III) Data Tahun 2013 di Kalimantan Selatan menunjukkan terjadinya peningkatan luas pertanaman aren yang sangat signifikan. Dalam kurun waktu tiga tahun (2013- September 2015) program peremajaan aren digalakkan oleh Pemerintah, khususnya Dinas Perkebunan. Luas area khusus untuk Kalimantan Selatan, terjadi peningkatan mencapai 172,54% (dari 1.442 Ha menjadi 2.488 Ha) dengan produksi mencapai 3.205 ton. Tujuan dari penelitian Tahun III adalah membangun kompetensi inti industri daerah berbasis komoditas hasil pengelolaan manajemen lahan basah dan lahan sub optimal dari hasil invensi pada Tahun I dan Tahun II, selanjutnya dilakukan translasi dengan menerapkan manajemen pengelolaan lahan basah terpadu, menerapkan sistem rotasi panen nira, menjaga stabilitas dan konsistensi hasil rekayasa proses produksi Tahun II secara sustainable, pengembangan usaha mikro menjadi IKM Gula Merah Inovatif (sesuai dengan SNI 013743.1995), membentuk cluster industry prioritas bersama untuk scale up, menerapkan rumah produksi berstandar ASEAN, mengembangkan jangkauan pasar, sehingga IKM dimaksud menjadi Industri Inti di Daerah mengingat berbasis bahan baku local dan melakukan sustainabilitas dengan menerapkan kearifan lokal. Metodelogi yang dikembangkan pada Tahun III yaitu perbaikan sistem budidaya tanaman aren menerapkan Model manajemen pengelolaan lahan basah terpadu (hasil Tahun II), menerapkan SOP dari hasil Metodelogi Rakayasa Proses Produksi untuk menjaga stabilitas dan konsistensi hasil rekayasa proses produksi Tahun III, standarisasi mutu produk dengan menerapkan GAP, GHP dan GMP, mengembangkan cluster prioritas, mengubah industri mikro menjadi IKM menerapkan Inovasi SOP dengan value added 15% up, meningkatkan jumlah Mitra petani dengan Pelanggan dan Perusahaan, menentukan posisi strategis dalam SIDa dan Pengembangan Industri Provinsi. Pada hasil Riset Tahun II, sudah berhasil masuk Rencana Induk Pengembangan Industri Provinsi;RIPIP urutan 6 untuk industri agro Kalsel, menerapkan metode expert judgment menggunakan 30 responden yang memahami perkembangan industri agro Kalimantan selatan, instrumen berupa form kuesioner penilaian. Nilai mengacu skala Likert dari 1-7 dengan meniadakan skala penilaian 4 (ragu-ragu). Hasil yang sudah diperoleh pada Tahun I mampu membuktikan hipotesa bahwa pemberian senyawa „anti gait‟ pada formula yang tepat akan dapat mempertahankan pH nira saat menuju proses pengolahan. Pada bagian lain juga diperoleh hasil bahwa senyawa tersebut mampu memperpanjang umur simpan dari produk gula yang diproses masih dalam standar tradisional yang berlaku di masyarakat setempat serta mampu meningkatkan rendemen gula. Penelitian Tahun II menghasilkan rekayasa metodelogi yang mampu mencapai value added di atas 15% akan tetapi masih skala mikro dengan standar mengacu SNI. Pangan fungsional dari gula aren memiliki fungsi khusus sebagai antioksidan, antimikroorganisme yang berkesetaraan saat uji MGO serta MDA dan aktif katalase. Selain itu standar output mengacu pada proses produksi menggunakan Standarisasi Pelayanan Makanan dan Minuman ASEAN (SNI Valuasi,2013). Target capaian Tahun III, adalah terbangunnya hasil invensi menjadi sebuah inovasi inklusif berupa rumah produksi gula aren berstandar ASEAN, terciptanya kelompok petani aren dengan terbangunnya cluster aren di lokus, peningkatan kategori usaha masyarakat dari usaha mikro menjadi IKM dengan pengembangan pasar yang lebih jauh, mengembangkan e-commerce gula fungsional aren untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani aren sinergi dengan program SIDadan masuk dalam RIPIP. Untuk jangka panjang yang berkelanjutan, hasil penelitian dapat membangun kompetensi inti industri daerah berbasis komoditas hasil pengelolaan manajemen lahan basah dan lahan sub optimal berupa hasil-hasil invensi, selanjutnya dilakukan translasi untuk kemudian menjadi produk komersialisasi. Produk komersial tersebut merupakan bentuk suatu

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: value added, inovasi, inklusif, gula aren, cluster
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 01 Jun 2017 02:44
Last Modified: 01 Jun 2017 02:44
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/1754

Actions (login required)

View Item View Item