INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN INKLUSIF BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN LAHAN BASAHMENUJU PENGEMBANGAN INDUSTRI INTI DI DAERAH (TAHUN I)

Hesty , Heryani and Moehansyah, Moehansyah and Yudhi, Ahmad Nazari (2014) INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN INKLUSIF BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN LAHAN BASAHMENUJU PENGEMBANGAN INDUSTRI INTI DI DAERAH (TAHUN I). Project Report. Universitas Lambung Mangkurat . (Unpublished)

[img]
Preview
Text
24. Inovasi Untuk Pembangunan Inklusif Berbasis Komoditas Unggulan Lahan Basah Me-nuju Pengembangan Industri Inti Di Daerah (Tahun I) .pdf

Download (1810Kb) | Preview

Abstract

Hasil yang diperoleh padaTahun I mampu membuktikan hipotesa bahwa pemberian senyawa ‘anti gait’ pada formula yang tepat akan dapat mempertahankan pH nira saat menuju proses pengolahan. Pada bagian lain juga diperoleh hasil bahwa senyawa tersebut mampu memperpanjang umur simpan dari produk gula yang diproses masih dalam standar tradisional yang berlaku di masyarakatsetempat. Penelitian padaTahun II diarahkan untuk menghasilkan pangan fungsional dengan fungsi khusus sebagai hepatoprotector dan menghambat kenaikan gula darah walaupun mengkonsumsi gula. Selain itu standar output mengacu pada SNI dan Standarisasi Pelayanan Makanan dan Minuman ASEAN (SNI Valuasi,2013). Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah membangun kompetensi inti industri daerah berbasis komoditas hasil pengelolaan manajemen lahan basah dan lahan sub optimal berupa hasil-hasil invensi, selanjutnya dilakukan translasi untuk kemudian menjadi produk komersialisasi. Produk komersial tersebut merupakan bentuk suatu inovasi dalam pembangunan inklusif dalam upaya program pengembangan industry prioritas, dalam hal ini industri gula sesuai yang dicanangkan Kementerian Perindustrian (Kementerian Perindustrian,2012). Formulasi optimal antara senyawa ‘Anti Gait’ untuk pH tertentu dengan keberadaan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai hepatoprotector, diperoleh Angka Indeks Glikemik yang terstandar yang rendah (+/- 35-36) mengacu pada metode proses standar (Hasil Tahun I) sehingga penambahan gula pasir dengan Indeks Glikemik 93 agar gula memadat atau penambahan komponen lain yang tidak berkhasiat obat, tidak terjadi dalam proses pembuatan gula merah (gula aren murni), dihasilkan gula merah yang berfungsi menekan kenaikan gula darah dan anti hepatitis B yang teruji secara in vivo. Metode yang digunakan adalah metode untuk pengukuran kadar metil glioksal, MDA, aktivitas katalase, dan SOD. Untuk hepatoprotector dengan melakukan uji PA pada organ tikus sedang mengukur SGOT dan SGPT. Untuk kenampakan fisik termasuk warna dan bau mengacu pada Metode Ho et al., 2007. Bagan alir penelitian untuk Tahun II disajikan pada Gambar 3. Penelitian pada Tahun 3 dilanjutkan dengan pengembangan IKM Gula Merah Inovatif (sesuai dengan SNI 013743.1995), membentuk cluster industry prioritas bersama dengan industry jamu lainnya mengingat gula merah merupakan bahan utama campuran jamu, menjadikan IKM dimaksud dan dikembangkan menjadi Industri Inti di Daerah mengingat berbasis bahan baku local, bisa dibudidayakan, memiliki kompetensi Inti dan berbasis kearifan local. Metode yang digunakan FGD, Model, serta pengembangan Design Thinking mencapai sinergitas dengan SIDa dan SINas untuk Pembangunan Inklusif

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Teknologi Industri Pertanian
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 01 Jun 2017 02:32
Last Modified: 05 Jun 2017 07:19
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/1752

Actions (login required)

View Item View Item