PENGEMBANGAN REAKTOR UNTUK PRODUKSI BIOENERGI BERBASIS GENERASI KEDUA KELAPA SAWIT (TAHUN II)

Hesty , Heryani and Yudi, Ferriantana and Tuhuloula, Abubakar and Primata, Mardina (2014) PENGEMBANGAN REAKTOR UNTUK PRODUKSI BIOENERGI BERBASIS GENERASI KEDUA KELAPA SAWIT (TAHUN II). Project Report. Universitas Lambung Mangkurat . (Unpublished)

[img]
Preview
Text
23. Pengembangan Reaktor Untuk Produksi Bionergi Berbasis Generasi Kedua Kelapa Sawit (Tahun II).pdf

Download (1911Kb) | Preview

Abstract

Ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan I tahun 2014 mengalami pertumbuhan 12,95% atau lebih baik dari tahun sebelumnya (4,89%). Salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi secara g-to-g adalah sektor pertanian (63%). Secara kumulatif sampai dengan semester I tahun 2014 perekonomian Kalsel tumbuh sebesar 5,18% (BPS Kalsel,2014). Tumbuhnya perekonomian Kalsel sangat ditopang oleh sektor agroindustri. Agroindustri yang berkembang pesat di Kalsel adalah kelapa sawit. Mengacu data Statistik Pertanian tahun 2012, disebutkan bahwa produksi kelapa sawit terus meningkat. Data pada tahun 2008 dengan produksi sebesar 386.738 ton terus meningkat pada tahun 2012 mencapai 1.060.919 ton. Khusus di Provinsi Kalsel, Tanah Bumbu dan Kotabaru menduduki tempat strategis untuk lahan yang sudah dipergunakan bagi pertanaman kelapa sawit dengan masing-masing luasan 51.200 Ha dan 18.362 Ha (Statistik Pertanian,2012). Potensi produksi diikuti dengan keberadaan tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Sebelum penelitian di laksanakan TKKS diasumsikan sebagai limbah, tetapi seiring dengan diseminasi teknologi yang sudah diperoleh pada Riset Tahun I dari Program Hibah MP3EI, TKKS berubah manfaat menjadi sesuatu yang berarti bagi material energi baru/terbarukan (EBT). Penetapan lokus potensial pengembangan, pembuatan bioreaktor yang dilengkapi dengan sistem sensor inovatif telah mampu menghasilkan bioetanol pada skala industri. Evaluasi hasil Tahun I dikerjakan pada Riset Tahun II dengan membuat replika bioreaktor. Selain itu mekanisme hidrolis dikerjakan secara enzimatik untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan menggunakan reaktor pertama. Sebagaimana instrumen sebelumnya, replika juga dilengkapi dengan 5 sensor (suhu dan tekanan, CO2, metan, dan rpm). Pada tahun II juga dihasilkan Model Green Supply Chain Management (GSCM). Berbasis data yang diperoleh pada Tahun I dan Tahun II. Metodelogi yang dikembangkan semua merujuk pada prinsip pengelolaan ‘Cleaner Production’ dan produk berstandar SNI dan SNI-ISO untuk menjadi produk dengan life cycle terstandar. Untuk pengembangan Model GSCM mengacu pada 21 poin pengukuran (Zsidisin and Hendrick, 1998; Walton et al., 1998; Carter et al., 2000). Pada bioreaktor replika juga dilakukan pengukuran life time. Goal dari yang dikerjakan adalah pada pengembangan green economy. Hasil pada Tahun II yang dicapai,telah diseminarkan pada seminar international dan seminar nasional. Paper berjudul : The Study on Implementation ofGreen Supply Chain Management to Minimize Waste in Industry (a case Study on Patnership Industry) disampaikan pada International Symposium on Wetlands Environmental Management pada 8-9 November 2014 di Golden Tulip Banjarmasin. Untuk Seminar Nasional yang diikuti yaitu pada Seminar Nasional Industri Hijau di Semarang, tanggal 21 May 2014. Saat itu hasil utama berupa yield bioetanol diperoleh dengan kadar 59,72 % (b/b). Pendekatan Tahun II dalam Model GSCM yang merupakan integrasi dari 3 elemen yaitu managemen lingkungan, GSCM sendiri dan managemen rantai pasok, untuk mendukung percepatan perolehan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System). Untuk managemen lingkungan didekati dengan proses hidrolisis menggunakan enzim yang diproduksi dari isolat in situ AI-05 (konsep mikrobiologis) dan tidak ada penggunaan bahan kimia sedikit pun dengan design sustainability proses produksi yang sejalan dengan program Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Riset Tahun II nampaknya mampu memberikan “A New Managerial Tools Innovative” kepada Managemen Mitra dengan Model GSCM yang dihasilkan. Di dalam Model mengingatkan untuk senantiasa mereduksi limbah pada setiap tahap proses, menggunakan sumber energi dan sumber daya lainnya secara lebih efisien,mengurangi emisi serta senantiasa berkomitmen untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Untuk produk, optimal hasil bioethanol dicapai pada hari ke empat fermentasi sebesar 14,3 g/L, dan konversi selulosa sudah mencapai 59%-63%. Untuk konversi glukosa menjadi bioethanol mencapai 83,5%. Hasil yang diperoleh mengakibatkan Pihak Mitra sangat tertarik untuk program berkelanjutan yang dikerjakan karena sangat mendukung pelaksanaan Program Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan perolehan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO)

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: TKKS, bioreaktor, sensor, scale up, RSPO, ISPO
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Teknologi Industri Pertanian
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 01 Jun 2017 02:26
Last Modified: 01 Jun 2017 02:26
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/1751

Actions (login required)

View Item View Item