Penerapan Pertanian Organik Yang Berkelanjutan di Lahan Pasang Surut Melalui Aplikasi Pupuk Organik yang Indigenos.

Muhammad, Mahbub and Zuraida, Titin Mariana and Meldia, Septiana (2009) Penerapan Pertanian Organik Yang Berkelanjutan di Lahan Pasang Surut Melalui Aplikasi Pupuk Organik yang Indigenos. Project Report. Universitas Lambung Mangkurat. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Penelitian Penerapan Pertanian Organik.pdf

Download (393Kb) | Preview

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk mengkaji bahan-bahan yang mudah didapat di lahan pasang surut yang bisa dijadikan kompos sebagai pupuk organik melalui : Pembuatan kompos yang berasal dari tanaman air di lahan pasang surut yaitu kompos eceng gondok (Eichornia Crassipes), kayapu (Salvinia Cucullata) dan paku-pakuan/kalakai (Stenochlaena palustris) dan pengujian hara kompos tersebut; Pengaplikasian kompos tersebut pada tanah pasang surut untuk perbaikan kesuburan tanah; Pengaplikasian kompos tersebut pada tanah pasang surut untuk budidaya tanaman palawija (jagung). Penelitian ini dibagi 3 tahap, dimana kegiatan-kegiatan penelitiannya adalah : 1. Penelitian pertama berjudul “Pengaruh Komposisi Bahan Pembuatan Kompos Tumbuhan Air terhadap Kandungan Hara (N, P dan K)”. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk menentukan jenis bahan pembuatan kompos yang tinggi kandungan haranya. Faktor yang dicobakan adalah jenis tanaman air untuk pembuatan kompos: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu bahan kompos A, B, C dan D dengan 5 ulangan. Penelitian kedua berjudul “Pengaruh Dosis Kompos Tumbuhan Air terhadap Sifat Kimia Tanah Pasang Surut” menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Adapun kompos tanaman air yang digunakan adalah kompos yang memberikan nilai kandungan hara N, P dan K yang tertinggi yang telah dibuat pada penelitian pertama. Faktor dosis yang dicobakan adalah 0, 2, 4, 6, 8 dan 10 ton/ha , dengan 4 ulangan dengan masa inkubasi 1bulan. Parameter yang diamati pada penelitian kedua ini adalah pH tanah, N-total dan N- tersedia, P-total dan P- tersedia, K-total dan K- tersedia, basa tukar dan KTK. Penelitian ketiga berjudul “Pengaruh Dosis Kompos Tumbuhan Air terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Tanah Pasang Surut” menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Adapun kompos tanaman air yang digunakan adalah kompos yang memberikan nilai kandungan hara N, P dan K yang tertinggi yang telah dibuat pada penelitian pertama. Faktor dosis yang dicobakan adalah 0, 2, 4, 6, 8 dan 10 ton/ha , dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian kedua ini adalah tinggi tanaman jagung setiap minggu selama 2 bulan, berat kering tanaman jagung, Njaringan, P-jaringan dan K-jaringan setelah tanaman berumur 2 bulan. Berdasarkan hasil penelitian pertama, pengaruh perlakuan bahan pembuatan kompos tumbuhan air menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap kandungan hara kompos (%N, %P, dan %K) yang terdapat di dalam kompos tersebut. Komposisi kandungan hara kompos pada eceng gondok (4,05% N; 1,13% P dan 2,68% K) memberikan kontribusi hara yang cukup baik dibandingkan kompos dari kayapu dan kalakai. Oleh karena itu kompos eceng gondok dengan berbagai dosis menjadi perlakuan untuk penelitian selanjutnya. Hasil penelitian kedua menunjukkan, pemberian dosis kompos eceng gondok memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pH, N-Total, P-Total, KTotal, N-Tersedia, K-dd, Ca-dd, Mg-dd dan KTK dalam tanah, sedangkan terhadap Na-dd berpengaruh nyata. Pemberian kompos eceng gondok dengan dosis 10 ton/ha mempunyai kemampuan yang paling besar dalam meningkatkan pH, N-Total, P-Total, KTotal, N-Tersedia, K-dd, Na-dd, Ca-dd, Mg-dd dan KTK dalam tanah jika dibandingkan dengan perlakuan dosis kompos eceng gondok 0, 2, 3, 4, 6, 8 ton/ha. Pemberian dosis kompos eceng gondok hingga 10 ton/ha belum bias meningkatkan P-tersedia dalam tanah. Hasil penelitian ketiga menunjukkan, pemberian dosis kompos eceng gondok berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tanaman jagung (tinggi dan berat kering tanaman jagung) dan P jaringan tanaman, berpengaruh nyata terhadap kalium jaringan tanaman jagung. namun tidak berpengaruh nyataterhadap kandungan N jaringan tanaman jagung. Pemberian dosis kompos eceng gondok 8 dan 10 ton/ha memberikan hasil yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuahan tanaman jagung (tinggi dan berat kering tanaman jagung). Pemberian dosis kompos eceng gondok 10 ton/ha memberikan hasil yang terbaik dalam meningkatkan kandungan P dalam jaringan dan K dalam jaringan tanaman jagung. Pemberian perlakuan dosis kompos eceng gondok berpengaruh sangat nyata terhadap pH, N-tersedia dan K-tersedia (K-dd) dalam tanah setelah masa vegetatif tanaman berakhir (2 bulan)

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Mr Arief Mirathan
Date Deposited: 23 Mar 2014 01:38
Last Modified: 24 Mar 2014 21:03
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/174

Actions (login required)

View Item View Item