PENGARUH KOMPOSISI MINYAK KELAPA DAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL

Utami, Shafira Ainun Adhi and Saputri, Wido and Elma, Muthia PENGARUH KOMPOSISI MINYAK KELAPA DAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL. PENGARUH KOMPOSISI MINYAK KELAPA DAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL (SNIKSDA 2016).

[img]
Preview
Text
Binder11.pdf

Download (1239Kb) | Preview

Abstract

Abstrak- Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari berbagai macam tumbuhan yang mengandung trigliserida, seperti minyak kelapa dan minyak jelantah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi optimum dari perbandingan pemakaian minyak jelantah dan minyak kelapa dalam memproduksi biodiesel, serta mengetahui pengaruh waktu terhadap yield dan analisa gliserol total pada biodiesel. metode pembuatan biodiesel adalah dengan mencampurkan minyak jelantah dan minyak kelapa dengan komposisi tertentu. Melakukan proses esterifikasi dengan metanol dan katalis H2SO4 sesuai kadar FFA masing-masing bahan baku. Selanjutnya dilakukan proses transesterifikasi dengan metanol 50 mL dan dengan katalis KOH 1,8 gram selama 60 menit. Melakukan washing dengan air panas sebanyak 10 kali, dan dilanjutkan drying yaitu dengan memanaskan biodiesel pada suhu 180 oC dan kecepatan pengaduk dengan skala 5, kemudian melakukan filtering. Biodiesel kemudian dianalisa yield, angka asam, angka saponifikasi, angka phosporus, gliserol bebas, gliserol total, ester content dan oxidation stability sesuai standar EN 14214. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi dari minyak kelapa, maka yield biodiesel yang dihasilkan akan semakin tinggi. Kemudian semakin lama waktu transesterifikasi, maka semakin rendah yield dan akan semakin tinggi gliserol total. Yield tertinggi yang diperoleh sebesar 99,15% pada minyak kelapa 100% dengan waktu transesterifikasi 30 menit dan 60 menit. Kata kunci: minyak kelapa, minyak jelantah, biodiesel, esterifikasi, transesterifikasi Abstract- Biodiesel is a fuel alternative contains triglycerides, such as coconut oil and waste cooking oil. The aim of this research is to know and understand optimum composition of mixture waste cooking oil and coconut oil as a raw material to produce biodiesel. it then the knows time effect of biodiesel yield and total glycerol. The method used to blending waste cooking oil and coconut oil with a particular composition. Esterification process by apply methanol and H2SO4 as catalysts. It is continued by transesterification process using methanol 50 mL and KOH catalyst 1,8 gram for 60 minutes. Washing process adding hot water 10 times, and dry biodiesel with the boiling it at temperature 180 oC and scale 5 for stirred speed, lastly filtering the biodiesel. Biodiesel for characterize to divide yield, acid content, saponification content, phosphors content, free glycerol, total glycerol, ester content, and oxidation stability based on EN14214 standard. The result showed the higher coconut oil, the higher yield of biodiesel. Then, the longer time of trans-esterification is the lower yield and the higher total glycero content. The highest yield achieved 99,15% for 100% coconut oil with 30 minutes and 60 minutes of trans-esterification process. Keywords: coconut oil, waste cooking oil, biodiesel, esterification, transesterification.

Item Type: Article
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 01 Sep 2016 05:49
Last Modified: 06 Sep 2016 02:02
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/1196

Actions (login required)

View Item View Item