PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP BOD, TSS, DAN VFA PADA PENGOLAHAN LINDI DALAM BIOREAKTOR ANAEROBIK

Kahar, Abdul and Novelya, Nonie and Widarti, Budi Nining and Busyairi, Muhammad and Octhavia, Veryatti PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP BOD, TSS, DAN VFA PADA PENGOLAHAN LINDI DALAM BIOREAKTOR ANAEROBIK. PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP BOD, TSS, DAN VFA PADA PENGOLAHAN LINDI DALAM BIOREAKTOR ANAEROBIK (SNIKSDA 2016).

[img]
Preview
Text
Binder7.pdf

Download (1440Kb) | Preview

Abstract

Abstrak - Lindi merupakan limbah cair yang timbul akibat adanya bahan-bahan organik terlarut maupun tersuspensi dari hasil dekomposisi timbulan sampah. Kandungan zat organik yang tinggi dapat mengakibatkan penurunan kualitas air sehingga dilakukan penelitian dengan mengolah lindi secara anaerob dengan menggunakan bioreaktor anaerobik. Pengolahan memanfaatkan mikroorganisme anaerobik yang terdapat dalam lindi dan rumen sapi sebagai biostarter. Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh dari yaitu variasi temperatur ambient pada temperatur 27oC – 28,5oC, temperatur mesophilic pada temperatur 35oC, dan temperatur thermophilic pada temperatur 45oC tersebut terhadap parameter BOD, TSS, dan VFA lindi dalam bioreaktor anaerobik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistem batch reaktor. Penelitian dilakukan selama 21 hari dengan menggunakan variasi temperatur, yaitu variasi temperatur ambient pada temperatur 27oC – 28,5oC, temperatur mesophilic pada temperatur 35oC, dan temperatur thermophilic pada temperatur 45oC. Hasil penelitian menunjukkan temperatur optimum untuk pengolahan lindi dengan menggunakan bioreaktor anaerobik adalah temperatur mesophilic dengan tekanan biogas yang tertinggi dibandingkan dengan temperatur ambient dan thermophilic. Efisiensi removal konsentrasi BOD dan TSS dari temperatur mesophilic (35oC) sebesar 82% dan 79,8% dengan jumlah rata-rata konsentrasi VFA sebesar 701,4791 mg/L. Kata Kunci: lindi, bioreaktor anaerobik, temperatur Abstract - Leachate is liquid waste arising from the dissolved or suspended organic materials from the decomposition of waste. High content of organic substances may decrease the quality of water, so a research was conducted by treating the leachate anaerobically using an bioreactor anaerobic. The research was performed to determine the effect of the three treatments; : variations in ambient temperature at 27oC- 28,5oC, mesophilic temperatures at 35oC, and thermophilic temperatures at 45oC on the parameters of BOD, TSS, and VFA leachate in bioreactor anaerobic. This research used the batch reactor method. The process involved using the anaerobic microorganisms contained in the leachate and the rumen of cattle as the biostarter. The research was conducted for 21 days by using three variations: variations in ambient temperature at 27oC- 28,5oC, mesophilic temperatures at 35oC, and thermophilic temperatures at 45oC. The results revealed that that the optimum temperature in the processing of anaerobic using anaerobic bioreactor was the mesophilic temperature as for 35oC with the highest pressure of biogas compared to the ambient and thermophilic temperatures. The value of BOD and TSS removal efficiency at mesophilic temperatures was 81,99% and 79,8%, while the average number of VFA (acetic acid) produced in the mesophilic temperature was 701,4791 mg/L. Keywords : leachate, anaerobic bioreactor, temperature

Item Type: Article
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan
Depositing User: Mr Arief Mirathan - Eka Setya Wijaya
Date Deposited: 01 Sep 2016 05:10
Last Modified: 06 Sep 2016 02:00
URI: http://eprints.unlam.ac.id/id/eprint/1192

Actions (login required)

View Item View Item